-->

Type something and hit enter


By On
advertise here



Bali | Ketua AAC (Arrow Archery Club), Armunanto atau akrab disapa Totok mengungkapkan bahwa, anggota AAC berasal dari atlet-atlet yang dulunya, bernaung dibawah  Perpani Kota Denpasar. "Jadi, atlet-atlet yang awalnya dari Perpani Kota Denpasar, tersebar ke 3 klub, yaitu AAC, BAS dan DAC. Nah, salah satunya, AAC yang membinanya, dimulai dari anak sekolahan dan masyarakat umum, yang hobinya di bidang panahan. 

Soal prestasi, Totok memaparkan, AAC meraih segudang prestasi menggembirakan, dalam ajang Porprov 2019 di Kabupaten Tabanan, diantaranya, meraih medali emas kelas "Nasional Mix". Sementara, kelas Recurve meraih medali emas beregu putri dan individu putri serta medali perak kelas "Mix Recurve" bagian putri dan putra. Saat kelas "Compound", medali perak individu putri dan medali perunggu beregu putra.




"Jadi, saat Porprov Bali 2019, kita dapat medali perak di kelas "Recurve" individu putra, atas nama Heriyanto. Selanjutnya, kelas "Recurve Mix", peroleh medali perak, atas nama Heriyanto dan A.A.Ayu Wulan Permana Dewi. Berikutnya, kelas "Recurve" beregu putra dapat medali perunggu dan kelas "Recurve" individu putri, dapat medali emas atas nama A.A.Ayu Wulan Permana Dewi serta kelas "Recurve" beregu putri dapat medali emas. Terakhir, kelas "Compound" individu putri, dapat medali perak, atas nama Fathiya Kamila," tuturnya.


Jadi, menurutnya, AAC mendapatkan prestasi tertinggi, dalam ajang Porprov. (Pekan Olahraga Provinsi) Bali 2019 di Kabupaten Tabanan. Sementara, untuk seleksi tingkat nasional, AAC masih sebatas tingkat "Seleknas", belum sampai juara nasional," pungkasnya. (ace).

Click to comment