Bali | Ketua AAC (Arrow Archery Club), Armunanto atau akrab disapa Totok mengungkapkan, AAC (Arrow Archery Club) merupakan kumpulan komunitas olahraga panahan, yang hingga saat ini, telah mengantongi izin dari SK (Surat Keputusan) Kemenkum HAM dari Perpani (Persatuan Panahan Indonesia) Provinsi Bali.
Dijelaskan, AAC terbentuk, pada 15 Pebruari 2019. Karena, pada saat itu, permintaan pengurus Perpani Kota Denpasar bahwa, atlet-atlet Denpasar, yang tergabung menjadi satu wadah, dibawah naungan, Perpani Kota Denpasar.
Karena, disebutkan, merujuk pada peraturan organisasi yang mengharuskan pada setiap "Cabor" (Cabang Olahraga), dibawah Kota/Kabupaten, harus berada dibawah klub-klub yang resmi. Jadi, kata Totok, para penggiat panahan di Kota Denpasar sepakat, untuk mewujudkan hal tersebut.
"Jadi, kita mau membuat klub-klub panahan, sesuai arahan dari KONI Kota Denpasar. Waktu itu, kita hanya terbagi menjadi 3 klub, yaitu Denpasar Archery Club, disusul Bali Archery School dan AAC (Arrow Archery Club). Selanjutnya, bermunculan klub Bali Kazari Udayana Club, Fajar Bali Aechery, yang kemudian, disusul Jepun Bali Archery dan Bali Heroes Archery Club. Jadi, kini, ada 7 klub panahan di Kota Denpasar, " ungkap Totok.
Waktu itu, ungkap Totok, pihaknya hampir bersamaan, dengan 2 klub tersebut, menjadi "Pioneer" sebagai klub panahan, yang pertama kalinya terbentuk di Kota Denpasar. Khusus untuk AAC, yang terbentuk, kata Totok, sesuai surat pengesahan dari SK Perpani Provinsi Bali itu, per tanggal 15 Pebruari 2019. "Jadi, hingga sekarang telah 2 tahun terbentuk. Kita telah jalan dan eksis terus. Istilahnya telah banyak menghasilkan atlet-atlet yang sudah berprestasi. Mulai dari tingkat Kota Denpasar, tingkat Provinsi Bali hingga tingkat Nasional," tegasnya.
Istilahnya, lanjut Totok, pembentukan klub AAC, bertujuan untuk membina atlet-atlet muda, yang nantinya akan berprestasi. "Selain menyalurkan hobi dan bakat, nantinya kearah prestasi," terangnya.
Melihat perkembangan milenial, Totok mengingatkan, agar anak muda menjadikan pembentukan klub panahan, bisa mengarah ke hal-hal positif. Disamping panahan sebagai unsur rekreasi, Totok menambahkan, lewat panahan bisa sebagai sarana membentuk watak dan berprestasi.
Hingga saat ini, untuk Kota Denpasar, pihaknya mengakui klub panahan AAC telah berprestasi menjadi "Juara Umum" se-Kota Denpasar untuk ajang "Denpasar Open" 2019. Atlet-atletnya mewakili Bali dalam ajang Popnas dan Kejurnas untuk Seleknas sebagai point menentukan tingkat PON, pada waktu itu. Ada salah satu peserta sempat ikut "Seleknas" SEA Games, namun, kurang beruntung saja, tak terpilih tim SEA Games. Namun, syukurlah mendapat pengalaman berharga," pungkasnya. (ace).



