-->

Type something and hit enter


By On
advertise here



Bali | bertempat di Kantor Bupati Tabanan, Kapolres Tabanan AKBP Renefly Dian Candra SIK., MH., menghadiri dan mengikuti Upacara Bendera dalam rangka hari jadi Provinsi Bali ke-63 tahun 2021. (14/08). Pukul 08.00 wita.

Upacara peringatan hari jadi Provinsi Bali ke-63 tahun 2021 kali ini dilaksanakan sangat sederhana namun tidak mengurangi arti dan makna, dipimpin Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya SE, MM, diikuti para Pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ( Forkopimda ) Kabupaten Tabanan, yang tampak hadir diantaranya Wakil Bupati Tabanan, Kapolres Tabanan  AKBP Renefly Dian Candra SIK., MH.,  bersama dengan Dandim 1619 Tabanan Letkol Letkol Inf Ferry Adianto S.I.P., Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga S.Sos, dan para pejabat lainnya dilikungan Pemda Tabanan. 
Semua pejabat / perangkat  dan perserta Upacara wajib mengikuti disiplin PROKES sesuai dengan kententuan PPKM Darurat level IV. 

Pada pelaksanaan Upacara Bupati Tabanan membacakan Sambutan Gubernur Bali pada intinya sbb : Om Swastyastu, Salam sejahtera, salom, nama budaya “Sane wangiang titiang Bupat/Wakil Bupati, Pimpinan miwah anggota DPRD, para angga Forkopinda, Nayaka Praja pemerintah, para pemucuk Atiti miwah semeton krama Bali sane banget tesnain lan sihin titiang,Ucap Bupati Tabanan mengawali sambutan dengan Bahasa Bali,

Di Momen peringat hari jadi Propinsi Bali hari ini, saya mengajak semua komponen krama Bali untuk menjadikan mementum penting dan strategis dengan memaknai perjalanan panjang Provinsi bali dalam tiga demensi waktu yaitu masa lalu ( atita,  masa kini ( wartyamana ) dan masa yang akan datang (anagata )

Saya ingin menegaskan kembali bahwa ada 3 (tiga) unsur utama yang harus dipahami secara komprehensif  tentang Bali yaitu : Alam Bali, Krama Bali, dan Kebudayaan Bali. Ketiga unsur utama tersebut menjadi satu kesatuan tata cara kehidupan Krama Bali yang berkebudayaan tinggi.


Kebudayaan Bali juga tercermin dalam kehidupan masyarakat di Desa Adat melalui tata kehidupan yang diatur dengan awig-awig dan pararem, serta memiliki adat-istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal yang terajut dalam Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan. Tata kehidupan tersebut telah menjadikan krama Bali hidup harmonis dalam suatu ikatan masyarakat komunal, sebagai satuan kelompok masyarakat yang guyub dengan memiliki semangat gotong-royong.

Karakteristik alam, Krama, dan Kebudayaan Bali yang menyatu menjadi suatu sistem kehidupan masyarakat berdasarkan nilai-nilai adat-istiadat, agama, tradisi seni dan budaya dimaksud, menjadikan Bali pulau kecil yang memiliki kekhasan, keunikan, dan keindahan serta agung, suci, dan metaksu sehingga menarik perhatian dunia. Itu sebab, dalam Lontar Mpu Kuturan.

Oleh karena itu, diperlukan orientasi dan arah kebijakan untuk menata pembangunan Bali secara fundamental dan komprehensif dengan Visi baru yaitu: “NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, menuju BALI ERA BARU, yang mengandung makna: “Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Bali Beserta Isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama bali yang sejahtera dan bahagia, sakala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi bali sesuai dengan prinsip trisakti Bung Karno : Berdaulat secara Politik, Berdikari Secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan Melalui Pembangunan Secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi Dalam Bingkai Negara 

Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945 ”BALI ERA BARU, yaitu : Suatu Era yang ditandai dengan tatanan kehidupan baru; Bali yang Kawista, Bali kang tata-titi tentram kerta raharja, gemah ripah lohjinawi, yakni tatanan kehidupan holistik yang meliputi 3 (tiga) dimensi utama, yaitu : pertama, Bisa menjaga keseimbangan Alam, Krama, dan Kebudayaan Bali, Genuine Bali; Dimensi kedua, Bisa memenuhi kebutuhan, harapan, dan aspirasi Krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan dan Dimensi ketiga, Merupakan manajemen resiko atau risk management, yakni memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional, dan global yang akan berdampak secara positif maupun negatif  terhadap kondisi di masa yang akan datang.

Bali Era Baru mencakup tiga aspek utama pembangunan : Alam, Krama, dan Kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana, yang bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yaitu: Penyucian Jiwa (Atma Kerthi), Penyucian Laut (Segara Kerthi), Penyucian Sumber Air (Danu Kerthi), Penyucian Tumbuh-tumbuhan (Wana Kerthi), Penyucian Manusia (Jana Kerthi), dan Penyucian Alam Semesta (Jagat  Kerthi).

Bali Era Baru diwujudkan melalui lima Bidang Prioritas Pembangunan yaitu : Bidang Pangan,  Sandang, dan Papan, lanjut ke 2 bidang Kesehatan dan Pendidikan lanjut bidang ke 3 Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan, bidsang ke 4  Adat, Agama, Tradisi, Seni, dan Budaya; dan Bidang ke 5 Pariwisata , Ke Lima Bidang Prioritas tersebut didukung dengan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi. Penyelenggaraan Arah Kebijakan dan Program  Lima Bidang Prioritas Pembangunan tersebut, membutuhkan dasar hukum berupa Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur. Oleh karena itu telah disusun, ditetapkan, dan diundangkan sebanyak 40 Peraturan yang terdiri atas: 15 Peraturan Daerah, dan 25 Peraturan  Gubernur.
 
Para Atiti sami sane wangiang Titiang, Bersamaan dengan itu, dalam 3 (tahun) kepemimpinan ini juga telah direalisasikan sejumlah Program Prioritas sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Di antaranya adalah penguatan Desa Adat yang meliputi: pemberlakuan Perda No.4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali; 

Program penting lain yang telah berjalan baik dan berhasil: berkaitan dengan Alam Bali, yaitu pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Berkaitan dengan Krama Bali, yaitu: Jaminan Kesehatan Krama Bali Sejahtera; penyelenggaraan Bulan Bung Karno;  pemanfaatan dan pemasaran produk pertanian, 

Para Atiti sami sane wangiang Titiang, Kita patut bersyukur atas paswecan Ida Bhatara Sasuhunan sajebag Bali, dalam masa pandemi COVID-19 ini sejumlah program prioritas yang penting dan strategis tersebut tetap dapat berjalan sesuai rencana.
Saya mengajak Sameton Sareng Sami, Krama Bali, marilah bersama-sama solid bergerak, guna mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan Krama Bali secara sakala dan niskala sesuai tema Hari Jadi Provinsi Bali ke-63 “Tumbuh dan Bangkit Dalam Tatanan Bali Era Baru Sesuai Visi Nangun Sat Kerthi  Loka Bali”. 
Dalam masa pandemi COVID-19 yang masih berlangsung ini, mari kita bersama-sama saling  mengingatkan, saling menjaga, dan saling melindungi dengan secara berdisiplin dan penuh rasa tanggung jawab melaksanakan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru sesuai Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 3355 Tahun 2020 yaitu selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. 

Astungkara Hyang Widhi Wasa selalu memberi  anugerah yang terbaik bagi Kita agar pandemi COVID-19 segera berlalu, sehingga upaya pemulihan perekonomian masyarakat Bali dapat berjalan dengan lancar dan sukses sesuai tahapan yang telah direncanakan.(dw)

Click to comment