-->

Type something and hit enter


By On
advertise here


Bali | PD PDDI (Pengurus Daerah Perhimpunan Donor Darah Indonesia) Provinsi Bali dibawah kepemimpinan Ketut Pringgantara bersinergi bersama Pemprov (Pemerintah Provinsi) Bali, dengan merangkul berbagai komponen masyarakat, termasuk KKS (Komunitas Kasih Sayang) yang diwakili Bapak Darmanto, untuk diajak berkolaborasi, melakukan misi kemanusiaan, dalam rangka melaksanakan kegiatan donor darah dan donor plasma konvalesen, bertempat di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, pada Jumat (13/8/2021).

Ketua PD PDDI Bali, Ketut Pringgantara didampingi Sekjen PD PDDI Bali, I Wayan Gede Suardana dan Agus Purwanto memaparkan bahwa, kegiatan donor plasma konvalesen ini, dilakukan, serangkaian hari Jadi Pemerintah Provinsi Bali ke-63, yang jatuh pada tanggal 14 Agustus 2021, sekaligus menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-76. 

Dijelaskan, pengambilan plasma konvalesen dengan menggunakan "Mesin Apheresis", yang disebutkan, cara kerjanya adalah plasma diambil dari penyintas Covid-19, yang telah dinyatakan sembuh, untuk diberikan pada pasien yang masih berjuang, untuk sembuh. Sementara, "Mesin Apheresis membutuhkan waktu, sekitar 45-60 menit, dalam memproses donor plasma konvalesen serta diperlukan sekitar 400-600 CC plasma konvalesen, sesuai standarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua PD PDDI Bali, Ketut Pringgantara sangat mengapresiasi Pemerintah Provinsi Bali melalui hasil keputusan rapat Sekda Provinsi Bali, bersepakat melaksanakan kegiatan donor darah biasa dan donor plasma konvalesen, pada Jumat (13/8/2021), sebagai bentuk kepedulian sosial pada para penyintas Covid-19.

Disebutkan pula, sasaran utama kegiatan donor darah ini adalah para ASN yang jumlahnya hampir 7.000 orang, yang berada di wilayah Provinsi Bali, agar para ASN ini, benar-benar mendarmabaktikan misi kemanusiaannya, melalui kegiatan donor darah. 

Direktur Pyramide Meditation, Direktur Suly Rejuvination Ubud, sekaligus donatur KKS (Komunitas Kasih Sayang), Bapak Darmanto menjelaskan, KKS sangat mendukung kegiatan donor plasma konvalesen yang dilakukan PDDI Bali dibawah kepemimpinan Ketut Pringgantara. 


Lebih lanjut, Darmanto menyebutkan bahwa, KKS atau Komunitas Kasih Sayang adalah sekelompok 70% Lansia Care dari Medan, Jakarta, Kalimantan, India, Singapore, Canada dan Australia ingin memotivasi sesama, khususnya teman-teman yang berjiwa menolong, melalui donor darah dan donor plasma konvalesen, dengan cara memimpin doa, untuk keselamatan, kesehatan, kedamaian, agar tetap semangat melalui masa kesulitan, pada pandemi Covid-19. "Semoga semua berjalan dengan baik dan lancar, Tuhan Memberkati kebaikannya," ungkap Darmanto.

Sementara, Ketut Pringgantara mengajak masyarakat Bali, agar jangan takut berdonor. "Mari Kita jadikan donor darah ini, sebagai gaya hidup sehat, untuk meningkatkan kualitas kehidupan Kita menjadi semakin baik. Salah satu ladang pengabdian yang paling utama, untuk Kita lakukan adalah dengan melaksanakan kegiatan donor darah dan donor plasma konvalesen," terangnya.

Soal kesadaran ASN mendonorkan darahnya, secara spesifik, sesuai  data yang disebutkan, adalah masih dirasa kurang berpartisipasi, karena, belum ada yang menyentuh salah satu tokoh atau pimpinan di salah satu SKPD untuk menggerakkan kegiatan donor darah. 

Selanjutnya, pihaknya  akan menyasar para Bendesa Adat di wilayah hukum Provinsi Bali, untuk mengajak warganya berdonor darah, karena, di musim pandemi Covid-19 ini, jangan sampai takut berdonor darah. Disebutkan pula, ada pengabdian utama yang dilakukan, yaitu melakukan kegiatan donor darah. Dengan Kita berbagi kasih, berdonor darah, Kita menjadi sehat, kemudian, yang menerima darah Kita, juga sehat," tuturnya.

Kemudian, diungkapkan, yang paling utama adalah para penyintas Covid-19, yang sudah lulus dinyatakan 14 hari dari test Swab PCR,  dipersilakan berlomba-lomba untuk mendaftarkan diri, untuk melaksanakan kegiatan TPK (Terapi Plasma Konvalesen), karena, banyak sekali, masyarakat Bali yang telah terpapar Covid-19. Siapa lagi, kalau bukan Kita sebagai garda terdepan, untuk melakukan kegiatan donor darah," ajaknya.

Selanjutnya, pihaknya juga membutuhkan banyak sekali TPK (Terapi Plasma Konvalesen), yang sudah terkena Covid-19, dengan harapan, agar tetesan plasma tersebut, sangat membantu mereka yang terpapar Covid-19. "Siapa lagi, kalau bukan Kita yang membantunya. Kita dapat menularkan "Lentera Kasih Sayang" ini dan mengajak masyarakat Bali untuk tidak berpangku tangan. Kita bersama-sama dengan semua komponen bangsa sebagai kader terbesar pada bangsa Indonesia ini, lewat HUT Kemerdekaan RI yang salah satu mendapat apresiasi adalah Pemerintah Provinsi Bali melalui Bapak Sekda Provinsi Bali, untuk melaksanakan kegiatan donor darah dan ini sangat luar biasa. Saya berikan apresiasi kepada Bapak Gubernur Bali beserta jajarannya, telah melakukan kegiatan di pusat informasi dan  pusat pemerintahan Provinsi Bali sebagai langkah cerdas Gubernur Bali, untuk melakukan kegiatan donor darah biasa dan donor plasma konvalesen," tegasnya.

Selain itu, telah disampaikan, secara spesifik oleh para dokter di rumah sakit, terutama Rumah Sakit Sanglah serta rumah sakit rujukan, yang disebutkan bahwa, para penyintas Covid-19 tersebut, telah mendapatkan informasi detail dan valid serta informasi terkini, terkait penjelasannya, karena, dari dunia kedokteran telah menjelaskan secara spesifik pengertian plasma konvalesen. Namun, diakuinya, kesanggupan serta kemauan para penyintas Covid-19, untuk berbagi dengan sesama. "Mari Kita nyatakan dari dalam diri Kita, indahnya berbagi pada masyarakat dan indahnya Kita memberikan kasih sayang serta merajut kasih sayang lewat donor plasma konvalesen," tandasnya.

Secara spesifik, pihaknya juga melalui PDDI Bali telah memantau beberapa data yang valid di rumah sakit, baik rumah sakit rujukan maupun rumah sakit utama yang berada di Rumah Sakit Sanglah, setiap hari, permintaan plasma konvalesen terus meningkat dan sangat dirasakan berat sekali. Maka dengan demikian, pihaknya membuka diri melalui Call Centre yang berada di beberapa rumah sakit, dipersilakan datang sebagai kesempatan emas, untuk berbagi kasih, yang hanya dalam jangka waktu 3 bulan, setelah para penyintas terkena Covid-19, ketika berbagi kasih, akan memberikan tetesan kekuatan baru kepada mereka yang telah terkena Covid-19.

"Ini membuat "Sesuatu Banget", karena, plasma konvalesen sangat dibutuhkan, termasuk kebutuhan darah di Rumah Sakit Sanglah, sekitar 160 kantong darah, setiap harinya dan belum lagi kebutuhan akan plasma konvalesen serta sakit biasa atau Ibu hamil yang membutuhkan darah. Ini butuh kerjasama dan bersama-sama bergandengan tangan, untuk menata tatanan dunia yang semakin baik," pungkasnya.

Ketut Pringgantara selaku Ketua PD PDDI Bali mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya pada semua stakeholder, tim medis dan elemen masyarakat Bali yang bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah PMI (Palang Merah Indonesia) Provinsi Bali, dengan rasa tekun dan tegak lurus, untuk membantu masyarakat melakukan kegiatan donor darah dan donor plasma konvalesen. Bahkan, dirinya turut serta berdonor darah, untuk menggugah hati masyarakat Bali, akan pentingnya berdonor darah, yang secara bersama-sama membantu ketersediaan darah, yang harus  dibutuhkan oleh UTD Provinsi Bali, untuk meng-cover beberapa rumah sakit yang diperlukan, sekitar 160 kantong darah, setiap harinya. 

Tak lupa, Ketut Pringgantara juga mengucapkan banyak terima kasih pada perwakilan KKS (Komunitas Kasih Sayang), Bapak Darmanto, yang ternyata, kehadirannya ke Bali telah memberikan support yang sangat besar sekali bagi masyarakat Bali. 

Berita gembiranya, dipaparkan, untuk para penyintas Covid-19, yang telah diambil plasma konvalesen, yang kemudian baru akan melakukan TPK (Terapi Plasma Konvalesen), diberikan tali kasih berupa "Goody Bag", agar  kegiatan berdonor terus berlanjut dan terus disemarakkan dengan rajutan kasih sayang, sebagai upaya memenuhi kebutuhan plasma konvalesen yang setiap harinya, terus meningkat. "Mari Kita bersama-sama menjaga Protokol Kesehatan, agar pandemi segera berlalu, ekonomi kerakyatan Bali kembali pulih dan pariwisata Bali juga kembali pulih. Semoga seluruh dunia dipenuhi dengan kebahagiaan dan kasih sayang," tutupnya. (ace).

Click to comment