-->

Type something and hit enter


By On
advertise here


Bali | Pada perayaan HUT Polwan yang  ke 73 yang jatuh pada hari Rabu tanggal 1 September 2021, dengan tema, “Transformasi Polri Yang Presisi Polwan Siap Mendukung Percepatan Penanganan Covid 19 Untuk Masyarakat Sehat Dan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Maju”,  dilakukan secara virtual langsung dari Mabes Polri digelar di Gedung Ananta Wijaya Polres. Rabu (1/9/2021) pukul 17.00 wita. 

Perayaan hari jadi Polwan berjalan cukup sederhana. hanya dengan pemotongan tumpeng oleh Kapolres Buleleng didampingi Nyonya Arda Andrian Ketua Bhayangkari cabang Buleleng, serta dihadiri oleh Waka Polres Buleleng Kompol Yusak Agustinus Sooai, S.I.K., bersama wakil Ketua Bhayangkari cabang Buleleng Nyonya Faradhifa Yusak, serta 18 Polwan Polres Buleleng.  

Pemotongan tumpeng yang dilakukan Kapolres Buleleng diberikan kepada Polwan tertua AKP Sumedani, sedangkan pemotongan tumpeng dari Ketua Bhayangkari Cabang Buleleng diberikan kepada Polwan termudan BRIPTU Rosita Dewi.

Pada Acara tersebut Kapolres Buleleng mengucapkan selamat hari jadi Polwan yang ke 73, selaku Kapolres Buleleng, dirinya berharap supaya Polwan Polres Buleleng memiliki karakter yang humanis agar selalu eksis dalam pelaksanaan tugas. 


"Jangan berbuat yang aneh-aneh dijaman tehknologi sekarang ini karena setiap kegiatan individu selalu berdampak kepada institusi, silahkan isi kegiatan yang positif karena setiap kegiatan akan menimbulkan konsekwensi bagi diri sendiri yang berpengaruh kepada institusi Polri", tegas Kapolres. 

“Terus berperan aktif dan memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat, institusi, dan keluarga, libatkan diri dalam penanganan covid 19 agar masyarakat kembali dapat melakukan aktifitas, memasuki masa pandemi ”, imbuhnya.

“Kehadiran Polwan dalam institusi Polri memberikan warna baru dan jadilah srikandi srikandi Polri dan Esti Bakti Warapsari”. pesan Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto.

Sekilas Sejarah terbentuknya Polwan ( Polisi Wanita ). dimulai sejak tanggal 1 September 1948,  pada saaat itu pemerintah Indonesia sedang berjuang menghadapi agresi militer II Belanda. Selanjutnya pemerintah menunjuk Sekolah Polisi Negara di Bukittinggi Sumatra Barat untuk mulai merekrut polisi Wanita dan membuka Pendidikan inspektur polisi bagi kaun wanita, sejak saat itu Polwan menjadi bagian dari Kepolisian Republik Indonesia.

Tujuan dibentuknya Polwan dimulai dengan kebutuhan untuk melakukan pemeriksaan fisik terhadap korban, tersangka, maupun saksi wanita pada tahun 1948, dan selanjutnya Polwan ikut berjuang dalam revolusi perjuangan. (Smty) 
 

Click to comment