Bali | Hal itu disampaikan Kapolsek KP3 Celukan Bawang AKP Made Swandra, S.H., saat menjumpai kegiatan permainan megangsing yang dilakukan oleh anak-anak dari Banjar Dinas Poh Kembar, Desa Tukad Sumaga saat melaksanakan patroli rutin untuk menghimbau warga masyarakat agar selalu mematuhi protocol kesehatan covid 19 dimasa PPKM Level 4 Covid 19. Kamis (9/9/2021) pukul 13.00 wita.
Disamping menyampaikann pesan kamtibas serta himbauan untuk tetap menerapkan prokes covid 19, patroli dilakukan untuk menyarankan masyarakat agar tidak melakukan kerumunan baik pada saat upacara adat maupun kegiatan ke-Agamaan lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan.
Dalam pantauannya saat adanya permainan megangsing yang dilakukan anak-anak, Kapolsek Celukan Bawang langsung turun melihat dari dekat untuk memastikan permainan tersebut tidak ada unsur perjudian.
Dengan pendekatan humanis dan penuh dengan keakraban perbincanganpun terjadi antara Kapolsek dengan anak-anak bahwa permainan megangsing yang dilakukan anak-anak sebagai pengisi waktu danhiburan, karena permainan megangsing yang dilakukan sudah menjadi permainan yang langka.
Kapolsek Celukan Bawang juga menyampaikan kepada anak-anak kalau megangsing merupakan sebuah permainan tradisional yang umumnya dilakukan oleh para peria, dan permainan megangsing sudah hampir punah bahkan tidak banyak yang mengenal permainan megangsing di lingkungan anak-anak.
“Saya selaku Kapolsek Celukan Bawang menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mempertahankan permainan tradisional ini untuk dilestarikan, tradisi megangsing yang merupakan salah satu budaya di masyarakat”, ujar Made Swandra. (Smty)

