Bali | Serangkaian Dies Natalies Politeknik Negeri Bali 2021, Ketua PD PDDI (Pengurus Daerah Perhimpunan Donor Darah Indonesia) Bali, Ketut Pringgantara memaparkan, PDDI Bali menggandeng KKS (Komunitas Kasih Sayang) dan bersinergi bersama Politeknik Negeri Bali, KPN (Koperasi Pegawai Negeri) Politeknik Negeri Bali, KSR PMI Unit Politeknik Bali dan UDD PMI Provinsi Bali melaksanakan kegiatan rutin donor darah berbagi kasih, yang sesuai dengan program "Goes to Campus" dan "Goes to Millenial", bertempat di Gedung Widya Padma Politeknik Negeri Bali, pada Jumat (3/9/2021).
Lebih lanjut, pihaknya memberikan bantuan Gody Bag berupa beras, yang merupakan sinergitas PDDI Bali bersama Politeknik Negeri Bali beserta KKS (Komunitas Kasih Sayang), yang berada di luar negeri.
Sebagai Ketua PDDI Bali, Ketut Pringgantara memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KKS (Komunitas Kasih Sayang), yang sudah sangat luar biasa supportnya kepada para pendonor Indonesia.
Kemudian, Ketut Pringgantara juga memberikan apresiasi kepada pihak Politeknik Negeri Bali, karena, melahirkan 3 (tiga) generasi, yang telah mendapatkan DDS (Donor Darah Sukarela) 100 kali, Satya Lencana Presiden Republik Indonesia dari berbagai angkatan, sejak 2016 hingga 2021.
Disebutkan, tiga angkatan mendapatkan Satya Lencana Presiden RI sebagai bukti, mereka sangat konsen tentang kedonordarahan.
Sementara, salah satu pengurus PD PDDI (Pengurus Daerah Perhimpunan Donor Darah Indonesia) Bali, I Gede Sudarta, yang juga sebagai salah satu pendonor darah sebanyak 100 kali, sekaligus penggerak donor darah di Politeknik Negeri Bali menyatakan bahwa, dirinya sebagai generasi kedua Penerima Satya Lencana Presiden Republik Indonesia, Donor Darah Sukarela (DDS) 100 kali. Diakuinya, Gede Sudarta yang mengawali kegiatan donor darah, pada tahun 1989 telah berdonor darah, yang ke-125 kalinya.
Lebih lanjut, Gede Sudarta berkeinginan konsep sinergitas PDDI Bali bersama kampus Politeknik Negeri Bali menggaet pendonor darah generasi milenial di kampusnya, yang selalu tercapai, pada setiap kegiatan donor darah, yang hampir 40 persennya, pendonor muda atau generasi milenial dan hingga kini, banyak alumninya telah mengikuti kegiatan donor darah, secara rutin.
Pendonor lainnya, I Wayan Sukadana yang asli putra daerah Desa Ungasan dan berprofesi sebagai Security atau Staf Keamanan di Politeknik Negeri Bali dan Rumah Sakit Udayana. Dirinya mengaku telah 109 kali berdonor darah dan mendapatkan Satya Lencana Presiden Joko Widodo.
Kemudian, Wayan Sukadana menghimpun rekan-rekan seprofesinya, sejak setahun lalu, untuk membentuk
Perhimpunan Donor Darah Sukarela Ungasan, yang kini, anggotanya berjumlah 50 orang, memotivasi anak muda generasi milenial, agar ikut berdonor darah.
Pada kesempatan yang sama, Olahragawan I Nyoman Gura yang berasal dari Desa Ungasan sangat mendukung kegiatan donor darah, yang saat itu, dirinya turut serta berdonor darah yang ke-30 kalinya dan merasakan sendiri manfaat dan fungsinya berdonor darah bagi kesehatan.
Pada kesempatan tersebut, Ketut Pringgantara merasa bersyukur, dengan begitu banyaknya kaum milenial turut serta kegiatan donor darah serta sesuai dengan program "Goes to Campus" dan "Goes to Millenial", bagai gayung bersambut, semuanya datang serta bergandengan tangan, demi misi dan tugas kemanusiaan.
Lebih lanjut, dipaparkan, apresiasi ini, tidak berhenti hingga disini. Bahkan, pihaknya terus melakukan edukasi, pada masyarakat luas dan lingkungan kampus, yang tidak hanya berlangsung di kampus Politeknik Negeri Bali, akan tetapi, diikuti oleh kampus yang lainnya, dengan tugas utamanya, mengajak generasi milenial, agar menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, berbudaya dan berkarakter.
Kemudian, Ketut Pringgantara menegaskan, agar menjadikan donor darah ini, sebagai gerakan budaya bangsa dan gerakan bersama, agar masyarakat menjadi sehat. "Kalau kita bebas dari pandemi, salah satu ladang pengabdian yang kuat dan kita tegakkan bersama lewat gerakan donor darah," ungkapnya.
"Ini memberi efek luar biasa pada generasi muda, karena, memang tujuan kita, menjadi sehat, terletak pada garda terdepan generasi muda, yang berada di areal kampus," terangnya.
Menurutnya, semua ini serta perilaku hidup sehat harus ditularkan kepada generasi muda, yang ternyata, telah berjalan dengan baik dan lancar, yang hasilnya maksimal.
Berikutnya, pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat, yang tidak hanya berada di areal kampus saja, akan tetapi, seluruh masyarakat luas, untuk terus menggaungkan gerakan donor darah sebagai gaya hidup sehat. "Jadikan donor darah ini sebagai gaya hidup sehat, agar apa yang kita lakukan, dasar kebijakannya tetap mengacu pada kesehatan dan tetap melakukan bakti-Nya pada Ibu Pertiwi," tegas Ketut Pringgantara.
"Paling pasti adalah kita yang memberikan darah yang sehat, maka yang menerima darah kita, juga sehat. Jadi, seluruh dunia dipenuhi oleh kesehatan," pungkas Ketut Pringgantara. (ace).

