-->

Type something and hit enter


By On
advertise here


Bali | Yayasan Dalem Gedong Ratih merayakan puncak HUT pertamanya, yang dipusatkan di Kabupaten Badung, bertempat di Yayasan Dalem Gedong Ratih, Jalan Raya Mambal-Semana, Banjar Umahanyar, Desa Mambal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, pada Jumat (26/11/2021).

Puncak HUT perdana diisi pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum Yayasan Dalem Gedong Ratih, I Ketut Dharma Kresna Wijaya, SE.,M.Sos., yang selanjutnya, masing-masing diserahkan kepada Pembina Yayasan Dalem Gedong Ratih, Wayan Suyasa, SH., Penasehat Yayasan, ABG. Satria Naradha, Ketua DPRD  Kabupaten Tabanan, I Made Dirga, S.Sos., dan Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung, I Made Sugita, SH. Selain itu, juga turut hadir, Perbekel Mambal dan Bendesa Adat Umahanyar serta seluruh  Keluarga Ageng Yayasan Dalem Gedong Ratih.

Dalam sambutannya, Penasehat Yayasan Dalem Gedong Ratih, ABG Satria Naradha menyebutkan, walau masih berusia muda, keberadaannya tanpa disuruh pun, Yayasan Dalem Gedong Ratih telah bergerak cepat  secara bersama-sama demi Ajeg Bali. Hal ini, disebutkan, karena didalamnya berisi kumpulan "Orang-Orang Gila" dalam melestarikan seni, adat dan budaya Bali serta  juga dibarengi sebuah gerakan untuk saling asah, asih dan asuh, untuk mengatasi masalah akibat pandemi Covid-19.

"Dharma yang dijalankan agar dipahami oleh Krama Bali terhadap segala aspek persoalan. Setelah Semeton Bali hadir ke Yayasan dan juga Pasraman ini, agar eling, yang selanjutnya masikian, untuk kembali eling bagi yang lainnya dan semuanya harus bergerak cepat, demi ajeg Bali," pungkas Satria Naradha.

Lanjutnya, program-program yang bermanfaat bagi kepentingan Krama Bali dan Nusantara, seperti tebasan gering, Bakti Sosial, pewintenan dan pawiwahan serta upacara Dewa Yadnya dapat dijadikan sebagai dasar-dasar yang patut dijalankan sebagai momentum Krama Bali, untuk menyelaraskan semua aspek kehidupan, yang sesuai istilah Gubernur Bali, Wayan Koster disebutnya mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Bali Era Baru.

Lanjut Satria Naradha, momentum yang baik ini, dijadikan media untuk melanjutkan program dharma dan meyadnya, karena tantangan kedepannya bagi Krama Bali maupun Nusantara semakin berat, seperti yang disampaikan Wayan Suyasa sebagai Pembina Yayasan Dalem Gedong Ratih, sekaligus wakil rakyat Kabupaten Badung, yang mengungkapkan tentang permasalahan dampak pandemi Covid-19. 

"Ini sebagai dampak sekala-niskala yang dialami Krama Bali. Semoga, ada strategi khusus untuk mengatasi permasalahan yang dialami oleh  Krama Bali. Ngajegang pemargi dharma sesana Krama Bali. Dalam arti, kembali ke jatidiri sebagai manusia Bali. Mari kita semuanya bersatu, saling asih, asah dan asuh serta eling ring pesemetonan beserta kekuatan alam semesta," terangnya.


Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Yayasan Dalem Gedong Ratih, I Ketut Dharma Kresna Wijaya, SE.,M.Sos., menyampaikan, bahwa pihaknya melaksanakan kegiatan Bakti Sosial berupa pembagian sembako di tiga kabupaten meliputi Kabupaten Tabanan, Buleleng dan Badung.

Selain itu, dalam rangka HUT ke-1, pihaknya mengucapkan terima kasih atas support dan bantuan dari semeton Bali, sehingga yayasan ini dapat menjalankan program-programnya dengan baik, berkonsep mekarya lan meyadnya.

Dijelaskan, konsep ini, diimplementasikan dengan berbagai program-program pasraman yang telah berhasil dilaksanakan, diantaranya bidang sosial dan keagamaan, pihaknya melakukan upacara tebasan gering, pebayuh oton, pewintenan dan kegiatan keagamaan lainnya.

Selanjutnya, di bidang seni budaya, pihaknya melakukan pembuatan lagu Bali, pertunjukan bondres, topeng wali,  pewacakan tebasan gering, pewacakan pebayuh oton, pewacakan situs-situs dan juga pewacakan keris.

Sementara itu, di bidang ekonomi kreatif, pihaknya dari Yayasan Dalem Gedong Ratih mendorong sektor UMKM melalui industri pengembangan batu permata Pulaki Bali serta  upaya pengembangan dan pelestarian kelapa Bali. Saat itu, pihaknya mengumpulkan pengrajin VCO (Virgin Coconut Oil) se-Bali untuk membuat usada kelapa, yang bermanfaat sebagai sarana pengobatan.

Lebih lanjut, Kresna Wijaya menceritakan tentang sejarah perjalanan yayasan ini, sejatinya, diawali dari perjalanan Pasraman Dalem Gedong Ratih yang sudah berjalan 7 (tujuh) tahun, dimulai sejak tahun 2014.

"Dari perjalanan itu, kami akhirnya mengenalkan kembali perjalanan pasraman, dengan membuat Yayasan Dalem Gedong Ratih, pada hari ini, merayakan HUT ke-1, dengan konsep mekarya lan meyadnya," terang Kresna Wijaya. 

Melalui konsep ini, Kresna Wijaya berharap, agar program-programnya bisa diketoktularkan ke seluruh Bali dan bisa menjadi inspirasi gerakan bagi ajegnya Krama Bali dan Nusantara, melalui prinsip keseimbangan antara hak dan kewajiban didalam menjalankan kehidupan ini.

Dalam kesempatan baik ini, pada ulang tahun yang pertama, I Ketut Dharma Kresna Wijaya selaku Ketua Umum Yayasan Dalem Gedong Ratih memohon doa restu, agar Yayasan ini senantiasa ajeg untuk mendampingi dan melayani seluruh Krama Bali dan Nusantara. 

"Akhir kata, saya mewakili Keluarga Ageng Yayasan  Dalem Gedong Ratih mengucapkan Selamat Datang dan terima kasih. Semoga Yayasan Dalem Gedong Ratih kedepannya, bisa semakin bertambah maju," tutupnya. (ace).

Click to comment