Bali | Dua organisasi terbesar di Bali, Laskar Bali Shanti (LBS) dan Baladika Bali Angunggah Shanti kembali melaksanakan pertemuan besar guna menjalin tali silahturahmi dan menjaga komitmen kebersamaan. Tak hanya sebatas teori, wacana dan rencana saja, titik puncak acaranya dituangkan dalam nota kesepakatan bersama dalam bentuk Aliansi Bali Shanti (ABS), pada Sabtu (15/1/2022).
Untuk mewujudkan komitmen dan kesepakatan bersama, selanjutnya, masing-masing Ketua Umum diantaranya Ketua Umum LBS (Laskar Bali Shanti), A.A. Suma Widanta, SH., atau akrab disapa Gung Alit dan Ketua Umum DPD Pusat Baladika Bali Angunggah Shanti, I Bagus Alit Sucipta, SH., yang akrab disapa Gus Bota melakukan penandatanganan bersama sebagai kelanjutan atas komitmen kebersamaan lintas organisasi antara LBS (Laskar Bali Shanti) dengan Baladika Bali Angunggah Shanti, sehingga terwujud ABS (Aliansi Bali Shanti).
Saat dikonfirmasi awak media, Sekjen DPD Pusat Baladika Bali, I Komang Merta Jiwa, SE., atau akrab disapa Komang Loko mengungkapkan, ABS atau Aliansi Bali Shanti disepakati LBS dan Baladika Bali Angunggah Shanti sebagai wadah pemersatu dalam sebuah pengabdian dan persaudaraan demi tanah Bali. Lanjutnya, ABS dibentuk sebagai forum komunikasi lintas dua organisasi yang menjadi benteng terdepan untuk membela Bali. Kemudian, komitmen bersama itu nantinya mengarah untuk menciptakan, menjaga dan menyebarkan kedamaian di Bali.
"Ending-nya nanti yang menjadi komitmen kita adalah bagaimana bisa menciptakan, menjaga dan menyebarkan kedamaian, sehingga bukan berhenti pada teori dan rencana saja," terang Komang Loko.
Lanjutnya, komitmen dan kesepakatan bersama dalam bentuk ABS terus berlanjut melalui forum komunikasi dan ditingkatkan lagi hingga tingkat anggota terbawah, agar semua tingkatan betul-betul memahami dan berkomitmen menjaga, mengawal dan membuktikan bahwa organisasi ini memang bisa dan mampu menciptakan kedamaian di Bali.
"Jadi, terus ditekankan komitmen ini sampai tingkat paling bawah, bagaimana anggota-anggota kita itu betul-betul memiliki visi dan misi yang sama," tegasnya.
Soal nama ABS atau Aliansi Bali Shanti, Komang Loko memaparkan, ada unsur kebersamaan dan juga kebetulan kedua organisasi besar tersebut, memakai tagline nama Bali dan Shanti yang sama-sama berkomitmen menciptakan kedamaian.
"Nama kedua organisasi, Laskar Bali Shanti dan Baladika Bali Angunggah Shanti. Kedua-duanya ada nama Bali dan Shanti. Jadi, kita anggap yang tepat itu adalah nama Aliansi Bali Shanti, yang artinya kebersamaan untuk menciptakan, menjaga dan menyebarkan kedamaian di Bali," sebutnya.
Melihat pengalaman yang berkembang selama ini, Komang Loko menganggap kedua organisasi tersebut telah sama-sama dewasa. Disebutkan, Laskar Bali Shanti (LBS) sekarang berada pada tatanan yang telah matang. Apalagi, Baladika Bali Angunggah Shanti yang kini, telah berusia akil balig 17 tahun. Ibaratnya, kedua organisasi tersebut telah berpengalaman dan banyak mendapatkan pelajaran kehidupan, yang terkait perdamaian, berorganisasi serta kepedulian sosial dalam menjaga Bali.
"Inilah komitmennya yang terus dikawal hari ini. Dalam arti, ditingkatkan lagi komitmennya dalam kaitan menjaga perdamaian Bali, biar tidak terhenti hanya pada rencana dan teori saja," ungkapnya.
Untuk itu, harapan kedepannya, pihaknya mengatakan, kalau boleh itu mimpi atau menjadi puncak harapan komitmen bersama, bahwa benar-benar LBS dan Baladika Bali Angunggah Shanti yang telah pernah mengalami banyak ujian dan cobaan dalam menjaga organisasinya masing-masing, lewat ABS bisa menjadi wadah pemersatu dan bisa berbuat hal terbaik demi masyarakat Bali.
Dari situlah, kemudian pihaknya ingin membuktikan sekarang dan menunjukkan, bahwa LBS dan Baladika Bali Angunggah Shanti benar-benar mampu menjaga dan mengawal serta menciptakan harmonisasi dan kedamaian di Bali.
"Dari pengalaman itu, artinya kita pernah mengalami masa-masa buruk dan ketika mau bangkit dalam berbicara kedamaian, betul-betul berasal dari jatidiri dan hati yang paling dalam sesuai dengan isinya," tuturnya.
Tak sebatas hanya wacana saja, Komang Loko selaku Sekjen DPD Pusat Baladika Bali Angunggah Shanti atas perintah Ketua Umum DPD Pusat Baladika Bali Angunggah Shanti, I Bagus Alit Sucipta, S.H., atau Gus Bota dan arahan Ketua Umum LBS, A.A. Suma Widanta, S.H., atau Gung Alit serta berdasarkan saran para penasehat dan tokoh-tokoh yang ada di internal organisasi, maka ditingkatkan lagi dalam satu bentuk penandatanganan kesepakatan Aliansi Bali Shanti (ABS), sehingga kedepan bisa menjadi forum komunikasi lintas organisasi antara LBS dengan Baladika Bali Angunggah Shanti.
Melalui ABS, sekarang didalam organisasi itu terus berlangsung komunikasi secara aktif, sehingga benar-benar bisa meredam masalah-masalah kecil yang berkembang ditengah-tengah masyarakat. Bahkan, pihaknya berusaha mengantisipasinya dengan cara melakukan koordinasi lintas organisasi di tingkat tokoh.
"Jadi, segala hal yang nantinya merusak citra atau merusak niat baik dari komitmen kebersamaan ini, bisa kita meminimalisasi bahkan bisa kita stop segera. Kalau ini bisa kita jaga komitmen, karena komitmennya itu benar-benar berasal dari hati kecil. Semoga segala niat baik ini, bisa berjalan sesuai dengan harapan kita bersama. Astungkara terwujud," pungkasnya. (ace).

