Media DNN - Sulsel | Sumber inisial M kembali menyikapi salah satu pernyataan pelaksana kegiatan proyek rekonstruksi tembok Pemecah ombak di Lingkungan Alorang, Kelurahan Bontokamase Kabupaten Bulukumba.
Terkait kekuatan Armor meskipun pelaksana mengatakan kuat dan sudah teruji melalui uji Lab, namun belum bisa dipastikan kekuatannya, pasalnya, batu karang (Armor) baru dimasukkan samplenya untuk dilakukan uji laboratorium, ucap pelaksana, yang ditirukan oleh M.
Kata sumber bahwa, perbedaan atau perbandingan menggunakan pondasi batu karang (Armor) di darat dan di laut sangat berbeda.
"Perbedaan perbandingan rumah-rumah yang di jadikan sample 1 rumah yang ada di sekitar area lokasi pekerjaan itu rata-rata pondasi dengan artian ada campuran semen (pasangan batu)
Sementara pekerjaan rekontruksi pemecah ombak tidak memakai pondasi atau campuran semen," kata sumber.
"Pekerjaan rekonstruksi tembok Pemecah ombak yang Rip rap-nya sama sekali tidak menggunakan campuran semen, sehingga hempasan ombak yang pertama dan terakhir keluar mengikuti air laut dan perlahan akan terkikis dengan surutnya air laut.
Kemudian, lanjut M, mengapa baru dilakukan uji laboratorium (Lab) sementara pekerjaan sudah berjalan.
"Dan yang lebih lucu para pelaku yang menganggap dirinya benar baru setelah disorot media dan masyarakat baru berusaha melakukan uji Lab untuk bahan (bt karang/bt (armor) untuk mengetahui kekuatan batu tersebut.
Lanjut sumber, bahwa yang lebih tidak masuk di akal proses uji Lab batu Armor baru dimasukkan sample.
"Ya yang bikin tidak masuk di akal kenapa pekerjaan sudah sementara berjalan baru di usahakan untuk uji Labnya.
Berarti statamen awal PPK dan konsultan yang menyatakan batu karang lebih bagus itu hanya sekedar coba-coba saja tanpa adanya uji analis sebelumnya," jelas sumber.
Kepala dinas penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Andi. Akrim Amir, yang dikonfirmasi via WhatsApp menyebutkan bahwa kemungkinan yang dimaksud pelaksana dilapangan yang dilakukan uji laboratorium (Lab) adalah material untuk pembuatan buis.
Sedangkan batu Armor atau sejenis batu gamping yang dimaksud kepala dinas penanggulangan bencana Daerah (BPBD) yang tidak ada uji laboratorium Lab" hanya dilihat karakteristik nya dan ukurannya 30 kg.
Terkait uji laboratorium Lab, kepala dinas penanggulangan bencana Daerah Bulukumba, pihaknya, belum mengetahui pasti, namun, dirinya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) ucap Akrim. (Syahid).

