-->

Type something and hit enter


By On
advertise here


Media DNN - Bali | Layang-layang merupakan jenis permainan tradisional yang biasa dimainkan anak-anak hingga orang dewasa. Permainan ini hampir ditemukan di setiap wilayah di Indonesia. namun di era digital saat ini, anak-anak muda sudah mulai meninggalkan permainan tersebut dan beralih ke hiburan digital. 

Sebagai upaya melestarikan budaya asli Bali dalam bentuk lomba Mekorot (Adu layangan) yang menjadi salah satu olahraga tradisional Bali ini, Kesatria Keris Bali Wilayah Buleleng Unit Kota Singaraja menggelar lomba olahraga trasional khas Buleleng di Dusun Delod Margi, Desa Runuh, Kecamatan Buleleng. Selasa (8/9/2022) pukul 13.00 wita. 

Pergelaran lomba mekorot yang diselenggarakan oleh yayasan Keris Bali Wilayah Buleleng Unit Kota Singaraja ini sekaligus dalam rangka merayakan Hari kemerdekaan Republik Indonesia. 

Ditemui seusai pergelaran Lomba, kepada awak media detiknusantaranews.com, Dewa Arta selaku Dewan Pengawas Keris Buleleng Unit Kota Singaraja mengatakan dipilihnya lomba layang-layang dalam Perayaan HUT RI yang ke 77, mengingat hiburan ini sudah mulai ditinggalkan oleh anak-anak muda, untuk itu dirinya berusaha untuk membangkitkan hiburan tersebut yang merupakan salah satu budaya lokal. 

"Acara ini diselenggarakan, hingga 14 Agustus 2022 dan Lomba ini diikuti oleh 32 peserta dari kota singaraja, mulai hari ini dibuka dan akan ditutup sesuai tanggal yang ditetapkan panitia," cetus Dewa Artha.


Menurutnya sebagai salah satu Yayasan yang menjaga tradisi dan budaya di Bali maka pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut. 

"Kegiatan ini dilaksanakan utk memeriahkan bulan Agustus sebagai bulan kemerdekaan, serta partisipasi dari Yayasan kesatria keris bali dalam menjaga budaya Bangsa," Ucap Dewa Artha yang mempunyai nama lengkap Dewa Kadek Budiarta. 

Sementara Ketua Keris Bali Unit Singaraja Kota sangat mengapresiasi antusias warga yang turut ikut serta dalam lomba. 

"Warga sangat senang sekali dengan diadakannya lomba ini, kemungkinan nantinya kita akan adakan secara berkesinambungan", ujar Ketut Setiawan. 

Lomba layang diikuti oleh 32 peserta ini memperebutkan hadiah uang tunai sebesar Rp 800 ribu untuk juara Pertama, juara 2, Rp 600 Ribu. Rp 400 juara 3 dan Rp 200 untuk juara harapan serta masing-masing pemenang diberi Piagam Penghargaan dari Yayasan Keris Bali. (Smt)


Click to comment