-->

Type something and hit enter


By On
advertise here


Media DNN - Bali | Pulang kampung sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Ketut Arta Dana, Guru Sekolah Dasar Negeri 2 Gesing, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng yang kebetulan seorang mantan penyiar radio di Singaraja mengembangkan hobinya dengan membuat radio streaming khusus pendidikan dan budaya. 

Adanya Pandemi covid-19 diawal tahun 2000, mencetuskan ide untuk membuatnya sistem belajar daring dengan memanfaatkan Radio Gesing (GS) sebagai salah satu sarana belajar mengajar dengan muridnya. 

Selain Program belajar mengajar yang menjadi Program utama, Radio GS juga menyiarkan program hiburan seperti memutar lagu-lagu Bali serta program yang mengangkat budaya lokal dan kearifan lokal yang saat ini sudah mulai tergerus oleh budaya luar. 

"Banyak orang sudah mulai lupa dengan Budaya lokal dan kearifan lokal, untuk itu saya berinisiatif untuk kembali meningkatkan dan mengembangkan budaya kita yang saat ini sudah mulai dilupakan", ucapnya. 

Kini hobi tersebut dilakoni terus dan menyapa pendengar radio melalui aplikasi atau web yang ada. Keterampilan otodidak sekaligus hobinya, membuat dia suka utak atik siaran TV Digital. Dengan antena UHF 6 meter di rumahnya, TV di rumahnya telah mampu mendapatkan 25 channel TV Digital, tergantung kekuatan sinyal. 


"Selama ini saya gunakan parabola menangkap siaran TV, tapi dengan TV digital, saya lebih suka dan bersyukur, tidak diacak lagi pas siaran olahraga-olahraga," ujar Ketut Arta saat ditemui rumahnya. Sabtu, (13/8/2022) sekira pukul 10.00 wita. 

Ketua KPID Bali Agus Astapa saat mengunjungi Stasiun Radio GS sangat mengapresiasi inisiasi Ketut Arta Dana dalam mengembangkan dunia informasi melalui siaran radio streaming khususnya dengan konten pendidikan. 

Khusus TV Digital, ia berharap wilayah Bali Utara agar segera bisa tercover dengan program Negara yakni ASO atau peralihan dari TV analog ke TV digital. 

"Sehingga masyarakat Buleleng bisa sepenuhnya menyaksikan siaran TV sama dengan masyarakat Bali selatan, tanpa perlu diacak", Ujar Agus Astapa.

Selain itu, dengan adanya program pembangunan Turyapada Tower di Pegayaman Buleleng diharapkan bisa segera mengcover siaran TV untuk masyarakat Buleleng. (Smt)

Click to comment