-->

Type something and hit enter


By On
advertise here


Media DNN-Bali | Masyarakat Desa Nyitdah, Kabupaten  Tabanan menggelorakan Merdeka Sampah, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77.

Mengingat penanganan  sampah dan kebersihan lingkungan sangat penting dilakukan, semangat perjuangan dan kemerdekaan dalam edukasi penanganan sampah berbasis desa terus digencarkan, dalam mendukung kesehatan dan membangkitkan ekonomi pariwisata.

Khusus di Desa Nyitdah Tabanan, penanganan sampah dilombakan, yang bertepatan dengan bulan Kemerdekaan RI  ke-77.

Demikian dikatakan Kepala Pengolahan Sampah Desa Nyitdah, Ketut Nada, saat dikonfirmasi di Tabanan, Minggu (14/8/2022).

Bahkan, Ketut Nada menegaskan, bahwa saat ini, Desa Nyitdah Tabanan sedang melakukan kegiatan lomba kebersihan lingkungan dan lomba Bank Sampah sebagai tonggak untuk memotivasi dan juga  menciptakan lingkungan bersih yang dimulai dari di lingkungan sendiri, rumah tangga maupun desa. 

Hal ini dikarenakan, lanjutnya, masalah sampah ini bukan lagi  menjadi isu nasional,  tapi juga internasional terkait G20.

"Jadi, momentum ini, untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan dengan motto "Merdeka Sampah". Hal inilah sangatlah tepat untuk kita juga memotivasi bagi desa-desa lainnya dalam kegiatan penanganan sampah, 
pada semua lapisan masyarakat, baik di Desa Nyitdah khususnya maupun diluar Desa Nyitdah," jelasnya. 


Disebutkan pula, semua pihak harus bertanggung jawab dengan sampahnya sendiri, dalam arti bersih lingkungan di rumah tangga, sehingga apapun yang dilakukan akan menjadi nyaman. 

"Dengan banyaknya sampah, banyak hal bisa ditimbulkan, baik pencemaran lingkungan, udara dan pencemaran air. Jadi, mari kita tangani sampah ini. Jangan dulu dalam arti luas, yang penting kalau bertanggung jawab kepada sampah sendiri, bisa saja dulu di masing-masing individu, semuanya bertanggung jawab, maka niscaya lingkungan kita akan bersih," tandasnya.

Kepada penggiat lingkungan dan juga penggiat sampah, Ketut Nada berharap, agar sampah  betul-betul ditangani secara bertanggung jawab, dalam arti dimulai dari hulu hingga hilir dan tidak ada istilahnya menangani sampah dengan tujuan yang bersifat komersial. 

"Jadi, disini kita tujuannya adalah memang betul-betul menangani sampah untuk kebersihan lingkungan," ungkapnya.

Kegiatan  Desa Nyitdah ini, juga diapresiasi Pengurus Inti Persekutuan Perempuan Diankritiawati Kristen Protestan, Sagung Intan Indrayani yang mengatakan, bahwa edukasi sampah ke masyarakat sangat penting, khususnya dalam mendukung pelaksanaan G20 dan juga penanganan sampah yang dapat bernilai ekonomis, untuk menopang ekonomi masyarakat desa. 

Bahkan Intan Indrayani menyebutkan pengelolaan sampah dijadikan program unggulan untuk kebersihan lingkungan di masing-masing desa.

"Kebetulan momentum ini adalah salah satu program unggulan kami, yaitu " Go Clean and Green" sehingga kami merasa bersyukur dan berterima kasih sekali bisa terlibat untuk berkolaborasi dengan aparat desa dalam menggalakkan kebersihan lingkungan melalui Bank Sampah," paparnya.

Disampaikan pula, bahwa Persekutuan Perempuan Gereja  mengajak setiap warga, dimulai dari lingkungan sendiri dengan memilah sampah dari rumah tangga sendiri, yang kemudian mengajak semua anggota keluarga, tetangga dan lingkungan untuk turut serta membersihkan lingkungan.

Selain itu, pihaknya juga mengedukasi warga untuk memilah-milah  sampah, yang kemudian diolah sehingga menghasilkan rupiah.

"Seperti di delapan banjar yang kita lihat tadi, semuanya sudah melakukan hal tersebut dan itu sangat bagus sekali. Untuk sebelumnya, memang kami banyak melibatkan pihak luar, guna menjalankan program-program ini. Tentunya, berharap kedepan, hal ini bisa terus semakin baik, sehingga bumi kita terselamatkan," ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Tabanan, Putu Yuni Widyadnyani berharap, Desa Nyitdah bisa menjadi mentor dan sampel bagi desa lainnya, dalam penanganan dan edukasi tentang sampah demi menjaga kebersihan lingkungan.

"Saya sangat mengapresiasi, karena hal ini kaitannya dengan sampah, terutama sampah plastik.  Disini, digelar lomba kebersihan antar banjar yang digagas Perbekel Desa Nyitdah bersama jajarannya

"Kami sangat berterima kasih sebagai salah satu kegiatan yang sangat positif membantu pemerintah, tidak hanya pemerintah Kabupaten Tabanan, tapi juga Provinsi Bali dan juga Pusat," kata Yuni Widyadnyani.

"Tentunya, kita akan sering mengadakan kegiatan seperti ini. Tidak hanya di Desa Nyitdah, mudah-mudahan, Desa Nyitdah menjadi pioner dan sampel untuk memberikan informasi dan edukasi kepada desa yang lain, khususnya di Kabupaten Tabanan," terang Yuni Widyadnyani.

Diakuinya, ia pertama kali turun langsung di Desa Nyitdah ini sebagai bentuk apresiasi Desa Nyitdah dijadikan sampel  pengelolaan sampah. Mengingat, dirinya diminta sebagai Tim Juri yang juga langsung memberikan edukasi tentang sampah kepada masyarakat.

"Kemarin, saya diminta sebagai Tim Juri dan langsung ke lapangan. Kita melihat langsung masyarakat memang sudah terkawal di delapan banjar ini dan  sudah diberikan edukasi yang bagus dan pemahaman bagaimana memilah sampah serta mengajarkan kepada anak-anak dan warga secara langsung di rumah masing-masing. dan sangat membantu pemerintah diawali dari penanganan sampah rumah tangga," pungkasnya. (ace).

Click to comment