Media DNN-Bali | Untuk mencegah terjadinya Narapidana melarikan diri, Satuan Samapta Polres Bangli melaksanakan Sambang dan koordinasi dengan petugas Lapas kelas II B Bangli, Selasa (20/9/2022).
Satuan Samapta polres Bangli mendatangi Lapas Bangli guna berkoordinasi terkait keamanan khususnya di rutan, pihak Lapas mengemukakan bahwa Lapas atau Rutan yang kekuatannya melebihi standar dengan napi dan tahanan membuat potensi kericuhan lebih besar.
Disebutkan, kericuhan tersebut dapat menjadi faktor utama napi dan tahanan leluasa untuk melarikan diri dari penjara.
Di sisi lain, petugas penjaga Lapas dan Rutan jumlahnya tidak sebanding dengan napi atau tahanan yang harus diawasi.
"Ini bisa menjadi bom waktu, ricuh di Lapas dan Rutan over kapasitas bisa kapan saja terjadi. Lebih baik, bila memang penjagaan di sekitar Lapas diperketat oleh polisi dengan pelaksanaan patroli rutin setiap hari," jelasnya.
Menurut Kasat Samapta, AKP I Kadek Suadnyana, S.H., koordinasi dan berdialog dengan petugas Jaga Lapas rutin dilakukan Anggota Sat Samapta untuk menitipkan pesan kepada petugas jaga, guna tetap meningkatkan kewaspadaan dan menghimbau untuk siap siaga dalam melaksanakan tugas jaga utamanya pada siang hari.
“Meskipun sampai saat ini situasi Lapas kondusif namun tetap kita antisipasi terjadinya gangguan dan antisipasi tahanan kabur karena tiap detik pasti terjadi perubahan situasi,” ungkap Kasat Samapta.
Pihaknya juga berpesan apabila terjadi hal-hal yang sifatnya menonjol dipersilahkan melaporkan ke nomor handphone pribadi atau nomor telepon 110 atau Kepolisian yang terdekat. (Hms.Echa).
