Media DNN - Jawa Tengah | Peresmian dibukanya Resto dan Galeri Oemah Djowo yang sekaligus bersamaan dengan acara pembukaan pendirian tempat sanggar wayang Gogon 3 (sawago 3) yang bertempat disebelah barat lampu merah Proliman Beji, tepatnya di Jalan Beningrejo Desa Gaum rupanya mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan baik pemerintah Kabupaten Karanganyar maupun masyarakat Gaum khususnya dan Karanganyar pada umumnya.
Hadir dalam acara peresmian tersebut diantaranya, Kementrian Perindustrian RI, Kementrian Pemuda dan Olahraga RI yang diwakili oleh Bapak Doktor Drs. Samsudin, SH. M.P.D., Bapak Drs.H. Juliyatmono.MM., Kepala Desa Gaum Edi Susanto dan Ormas Sapu Jagad DPD Karanganyar.
Acara peresmian tersebut diselenggarakan pada hari Minggu (18/9) Pukul 20.30 WIB, menampilkan hiburan wayang kulit dengan Lakon Murwopolo yang dibawakan oleh seorang dalang bernama Ki Anggono Harto Siswoyo dari Banjaran Wonogiri.
Dalam acara peresmian tersebut, sambil menyaksikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Bupati Karanganyar dan Wali Kota Surakarta pada kesempatan ini tandatangani prasasti yang berada di lokasi Oemah Djowo.
Sementara pada saat ditemui oleh awak media detiknusantaranews.com yang mana ketua panitia yang sekaligus sebagai pendiri sanggar wayang Gogon, Margono, S.Sn dalam penyampaiannya ia mengatakan, mengapa memilih Sawago 3 ini kita tempatkan di Gaum. Menurutnya, karena selain masyarakat Gaum dan sekitarnya sangat senang dengan wayang kulit, disini (Gaum) banyak juga jiwa - jiwa senimanya," tuturnya.
Untuk itu, lanjut ketua panitia, kami berharap khusus kesenian wayang kulit kedepannya supaya tetap dilestarikan dan bisa berkembang di wilayah Gaum khususnya dan dikaranganyar pada umumnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, pagelaran wayang kulit dengan Lakon Murwopolo sebagaimana yang dimaksud bahwa supaya kita tau asal mula sumber terjadinya bencana, selain itu Murwopolo juga bisa diartikan yaitu Purbakala yang bermaksud merupakan upaya mengendalikan hawa nafsu supaya tidak terkena bencana," terangnya.
Seusainya sejumlah rangkaian acara berlangsung yang berakhir sampai pukul 3.00 WIB dengan aman, selanjutnya para pantia pelaksana acara dan pihak BUMDES menlanjutkan acara tersebut dengan mengelar brefing yang diakhiri dengan kegiatan mengemas sarana dan prasarana. (Dwi bandong).


