Media DNN - Tangerang | Pelaksanaan Pembangunan Jembatan Cisoka 2, di desa Jeungjing kecamatan. Cisoka, kabupaten. Tangerang Provinsi. Banten, di duga sarat dengan Konflik, baik dari kalangan pelaku usaha kecil dan menengah di lintasan sekitar lokasi kegiatan maupun para pegiat sosial dan Lembaga Masyarakat, yang memiliki poksi sosial kontrol.
Pasalnya, pemandangan kondisi kemacetan, hampir setiap hari terjadi hingga mencapai 2 (dua) km, bahkan sudah terjadi 2 (dua) kali insiden, persis di jembatan darurat terjadi musibah kecelakaan, kendaraan truk tangki pembawa BBM (bahan bakar minyak) milik Pertamina terguling.
Konflik lain yang kerap menjadi perdebatan dengan kontraktor pelaksana, dan unsur Lembaga masyarakat, pegiat sosial lainya yaitu, dugaan adanya penyimpangan RAB, berdasarkan temuan dilokasi pembangunan, penggunaan ukuran besi dalam kolom konstruksi, penggunaan besi tidak merata, dalam satu segmen diantaranya, penggunaan besi 16 mm yang terpasang double alias berlapis, sementara di kolom lainnya ukuran besi 22 mm terpasang tunggal, sehingga terlihat janggal.
Antoni Simbolon, ketua LSM Topan RI, yang di temui di lokasi kegiatan proyek mengatakan,
"kegiatan pembangunan di nilai lambat, dan banyak menimbulkan konflik dan keluhan masyarakat dan para pelaku usaha kecil dan menengah di sekitar lokasi, hal ini merupakan satu bukti,
"bahwa Kompetensi dari kontraktor pelaksana, perlu di tinjau ulang, ada informasi dari beberapa narasumber yang cukup kuat di lokasi, pemenang tender, dalam hal ini CV QAUSAR SURYA GEMILANG, telah melakukan take over paket kegiatan pembangunan jembatan Cisoka 2,
"jika memang itu benar, jelas itu merupakan pelanggaran yang perlu di sikapi, sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,
"Termasuk dugaan lemahnya pengawasan dari dinas terkait maupun kinerja Konsultan yaitu PT MARGA BHUANA JAYA juga dinilai perlu di evaluasi, jangan sampai anggaran pengawasan terkesan di hambur hamburkan,
"ini menyangkut uang rakyat, yang di himpun melalui pembayaran segala macam bentuk pajak, hasil kerja semua pengelola anggaran perlu di tinjau ulang profesional kerjanya, soalnya menyangkut uang rakyat, bukan milik perorangan atau sekelompok orang, akibatnya kegiatan terkesan lambat sudah memasuki bulan penyelesaian sesuai kontrak kerja, yaitu enam bulan kalender, sementara fisik terbangun baru mencapai sekitar 60% terselesaikan,
"dalam waktu dekat ketua LSM Topan RI akan melayangkan Surat pengaduan ke dinas terkait dan Kejati (kejaksaan tinggi) provinsi Banten," Tutur ketua LSM Topan RI, Antoni Simbolon, SH 29/11/2022
(Berita sebelumnya telah tayang dimedia DNN, Pembangunan Jembatan Cisoka 2 Diduga Sarat Penyimpangan Bestek, Dan Dikeluhkan Masyarakat Sekitar Lokasi)
Sementara H. Edi Suryadi, pemilik RM Abah Cianjur, mewakili pelaku usaha di lintasan kegiatan pembangunan, juga mengeluhkan lambatnya pelaksanaan kegiatan, pasalnya, sejak ada kegiatan pembangunan jembatan Cisoka 2, yang sudah berlangsung 5 (lima) bulan, dampak yang terjadi yakni penurunan pendapatan mencapai 70%, (sambil menunjukan bukti rangkaian pembayaran pajak pendapatan usaha kulinernya - Red.) yang pada akhirnya terjadi pengurangan karyawan sampai 50%, tadinya karyawan mencapai 30 orang, sekarang tinggal 15 orang,
"Dampak lainnya, para pedagang dan warung kecil, banyak yang terpaksa tutup, karena selalu merugi, keluh pemilik RM ABAH CIANJUR, H Edi Suryadi 29/11/2022
Lebih Lanjut H Edi Suryadi mengatakan "Terkait sewa lahan untuk pemanfaatan jembatan darurat, yang hingga saat ini sudah memasuki bulan ke enam, biaya sewa lahan untuk jembatan darurat yang di hibahkan ke salah satu Mesjid, di desa wilayah domisili usahanya, dengan perhitungan sewa per hari Rp. 100 000,- (seratus ribu rupiah) hingga saat ini, pihak DKM Masjid diduga belum pernah menerima uang hibah sewa lahan, pasalnya hingga saat ini belum ada kabarnya, baik dari kontraktor pelaksana maupun dari dinas terkait." Ungkap H Edi Suryadi yang lebih akrab di panggil H Kudil 29/11/2022.
(Mlr/Jk)

