Media DNN - Aceh | Tidak banyak yang tahu salah satu warga Aceh penyumbang pesawat pertama republik Indonesia . Beliau adalah Nyak Sandang yang tinggal di Lambo Aceh .
Berawal dari kedatangan Sukarno pasca Indonesia merdeka , tepatnya tahun 1948 sang presiden datang ke serambi Mekkah Aceh untuk mencari dana guna pembelian pesawat yang menjadi cikal bakal maskapai penerbangan Garuda Indonesia .
Nyak sandang yang kala itu masih berusia 23 tahun berinisiatif menjual sepetak tanah dan emas 10 gram miliknya .
Dari penjualan tanah dan emas tersebut di dapatkan uang senilai Rp100 , Nyak sandang mudapun menyerahkan uang tersebut kepada negara dan di tambah lagi dari masyarakat Aceh , Sukarno menerima sumbangan 120 ribu dolar Singapura dan 20kg emas murni .
Dari uang tersebut , presiden Sukarno membeli 2 pesawat yang masing - masing di beri nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002 yang merupakan cikal bakal maskapai penerbangan Garuda Indonesia .
Nyak Sandang sendiri sebagai salah satu penyumbang di tahun 2018 berkesempatan mendapatkan penghargaan dari pemerintah sesuai dengan 3 permintaan yang ia ajukan .
Yang pertama ia ingin mendapatkan layanan operasi katarak , yang kedua ingin di bangunkan masjid di kampung halamannya Lambo Aceh dan yang ketiga ingin sekali menunaikan ibadah haji .
Terkait permintaan tersebut , pemerintah langsung memenuhi operasi katarak dan umroh di tahun yang sama yaitu 2018 , karena untuk berhaji harus menunggu lama . Sedangkan masjid yang ia minta baru selesei dan bisa di gunakan oleh masyarakat pada tahun 2022 .
"Terima kasih Pak, yg telah
beri sumbangan sangat besar, untuk NKRI ,' kata Rahman rahman dalam komentarnya di salah satu media sosial , (18/03/23) .
Ai Rin menambahkan ," siapa yang menanam kebaikan dengan ikhlas...suatu saat akan kembali pada diri kita sendiri , semoga panjang umur kek ," doanya kepada Nyak Sandang . (Bro DNN).


