Harapan masyarakat sekitar agar Dinas terkait membantu guna untuk meneruskan pembangunan untuk memenuhi standarisasi wisata religi. Karena pada hari- hari tertentu kebanyakan di malam Selasa Kliwon banyak sekali peziarah spiritual, bahkan kebanyakan peziarah dari luar daerah , kabupaten Klaten, Solo, Yogyakarta dan sekitarnya.
Sarip (54) warga Solo yang kebetulan melakukan ziarah sepiritual menuturkan, bahwa di Petilasan Watu tumpeng ini ketika menjalankan ritual sering merasakan kejadian-kejadian diluar nalar.
" Ya saya sering mendengar suara aneh, melihat sosok lalu menghilang, karena memang tempatnya sepi sekali kita jadi khusuk berdoa. Yang jelas kita berdoa kepada Alloh SWT dengan sarana watu tumpeng ini, Alhamdulilah apa yang saya kehendaki ,terkabulkan Alloh SWT amin", Tutupnya.
Sementara itu Lurah Desa Bohol Margana memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop. Di karenakan, dengan ikut serta menjaga dan melestarikan warisan budaya, petilasan peninggalan desa ini menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat kepada sejarah desa.
Maka dari itu dia berharap, petilasan yang sudah di jadikan saksi sejarah asal-usul desa turut dijaga oleh masyarakat. Sehingga keberadaannya tetap menjadi ikon desa dan menjadi edukasi bagi masyarakat sekitar.
Selain itu dia berharap, kedepan petilasan tersebut mampu mengangkat nama Desa dan Kabupaten Gunungkidul pada umumnya.
“Saya berharap kedepanya petilasan Watu tumpeng ini, menjadi cikal bakal destinasi wisata religi dan sebagai ikon Kalurahan Bohol,” Tutupnya.
( Popong/kal bohol )


