-->

Type something and hit enter


By On
advertise here

Media DNN - Tanjungsari, Gunungkidul, DIY
| Pada hari Jumat, (31/02023), terjadi kebakaran di sebuah kandang tempat pembesaran ayam potong (boiler) di Padukuhan Pakel, RT 05 RW 04, Kalurahan Hargosari, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul. 

Kandang tersebut dimiliki oleh Sumarjono atau Galih yang beralamat di Padukuhan Pakel RT 09 RW 04, Kalurahan Hargosari, Kapanewon Tanjungsari.

Saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut adalah Mujib, seorang anak kandang yang tinggal di Padukuhan Timunsari, Kalurahan Hargosari, Kapanewon Tanjungsari, Yudi, pemilik dan pengelola kandang yang beralamat di Padukuhan Pakel RT 03 RW 04, Kalurahan Hargosari, Kapanewon Tanjungsari, dan Jumeno, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjabat sebagai Lurah dan beralamat di Padukuhan Candisari RT 01 RW 01, Kalurahan Hargosari, Kapanewon Tanjungsari.


Menurut keterangan AKP Wawan Anggoro, Kapolsek Tanjungsari, kandang ayam potong tersebut baru saja diisi dengan 40 ribu ekor anak ayam (kuthuk) dua hari sebelum kejadian. Pada saat kebakaran terjadi, saksi sempat memberikan makan pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB dan mengecek pemanas kandang ayam potong sebelum pergi melaksanakan sholat tarawih di masjid.

Setelah selesai sholat tarawih, saksi kembali ke kandang sekitar pukul 20.00 WIB namun kondisi sudah dalam keadaan terbakar. Dari keterangan saksi, kerugian diperkirakan mencapai Rp1,6 miliar.

Kandang ayam potong tersebut memiliki bangunan tingkat dua dengan kapasitas lantai satu sebanyak 30 ribu ekor ayam potong dan lantai dua sebanyak 30 ribu ekor ayam potong, sehingga dapat menampung total 60 ribu ekor ayam potong. Saat kebakaran terjadi, kandang dalam keadaan kosong karena para penunggu pergi melaksanakan sholat tarawih di masjid. Saat ini, polisi sedang menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.



( Bayu/dumm )

Click to comment