-->

Type something and hit enter


By On
advertise here

Ket, Foto : Ketut Jengiskan terima Bendera Gerindra dari Ketua DPC Gerindra Buleleng, Gede Harja Astawa

Media DNN - Bali | Jengiskan, mantan Ketua DPW PAN Provinsi Bali masa bakti 2015-2020 Loncat pagar. 

Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto menjadi tempat berlabuh kendaraan politiknya. 

Kabar berpindahnya Ketut Jengiskan ke Partai Gerindra di amini oleh Ketua DPC Partai Gerindra Buleleng Gede Harja Astawa, Selasa (11/04/2023), di kantor DPC Partai Gerindra Buleleng. 

"Sebenarnya kontak-kontak per telpon sudah dari dulu. Kebetulan kami juga sedang sibuk melakukan kegiatan keagamaan dan hari ini Beliau ingin ketemu saya langsung ke kantor DPC", ucap Gede Harja Astawa yang akrab di panggil De Harja. 

Menurut De Harja, dengan bergabungnya Jengiskan ke Partai Gerindra, merupakan sebuah tambahan tenaga baru untuk membesarkan dan memenangkan Partai Gerindra Kabupaten Buleleng, sekaligus mengantarkan Bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden RI 2024 di Buleleng.

"Kami juga telah melihat track record Pak Jenghis Khan, Beliau tokoh muda  Buleleng yang berpotensi apalagi pengalamanya pernah menjadi Wakil Rakyat mewakili Buleleng di DPRD Provinsi Bali. keluarga Beliau adalah keluarga politisi yang sudah teruji idiologinya dan teruji intergritasnya", puji Harja. 


"Mulai hari ini Pak Ketut sudah mulai bisa beraktifitas, bagaimana mensosialisasikan Partai Gerindra sekaligus mensosialisasikan bahwa Bapak Prabowo adalah Calon Presiden yang harus kita menangkan pada Pemilu 2024", jelasnya. 

Sedangkan Ketut Jengiskan sendiri mengakui dirinya sudah hengkang dari kunonya. 

"Hari ini saya sudah menjadi keluarga besar Partai Gerindra, hari ini saya sudah menjadi kader Partai Gerindra", tegas Jengiskan. 

"Saya selaku generasi muda, menambatkan hati saya di Partai Gerindra untuk tetap bisa berbuat untuk Buleleng, untuk berbuat kepada Bali", imbuhnya. 

"Keluar dari kantor ini, kewajiban saya menyampaikan kepada masyarakat, dalam hal ini yang terdekat keluarga, masyarakat dan nanti pada momen-momen tertentu, dan  saya juga harus menyampaikan apa idiologi Partai ini, apa perjuangan Partai ini. Minimal di lingkungan keluarga dan sekitar daripada keluarga saya.", ungkap Jengiskan mengakhiri. (Smt) 

Click to comment