Sebanyak 200-300 orang yang terdiri dari umat Paroki Gereja Santo Yohanes Rasul berpartisipasi dalam peringatan wafatnya Isa Al Masih dengan melaksanakan Jalan Salib dengan konsep yang berbeda dari sebelumnya.
Tahun ini, Jalan Salib di Gunung Gandul tidak menampilkan peraga atau tablo, seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Menurut Ketua Paskah 2023 umat paroki Wonogiri, Daniel Wicaksono, gereja menginginkan umat lebih fokus dalam menghayati perjalanan sengsara Yesus dari bawah hingga atas saat penyaliban.
Dalam Jalan Salib di Gunung Gandul, terdapat 14 pemberhentian dan empat titik lokasi perenungan sebagai bentuk visualisasi jalan salib. Jalan Salib dimulai dari gapura Gunung Gandul Kota pukul 07.15 WIB, dan tiba di tujuan terakhir puncak Gunung Gandul sekitar pukul 08.15 WIB.
Jalan Salib dibagi menjadi empat kelompok, di mana setiap kelompok dipimpin oleh prodiakon yang bertugas memimpin perenungan doa di setiap lokasi pemberhentian. Umat melakukan pembacaan perenungan bersama saat tiba di tujuan terakhir dan selesai pada pukul 09.30 WIB
Kegiatan Jalan Salib di Gunung Gandul telah dilaksanakan sejak tahun 1996 dalam rangkaian ibadah minggu Paskah dan kebaktian puncak pekan suci Paskah.
"Mengajak umat dengan gambaran jalan naik semua penuh penderitaan dan beban berat. Betapa beban dan pengorbanan Tuhan Yesus kepada umatnya untuk membawa kebajikan," ujar Daniel.
(Popong / Daniel umat )


