-->

Type something and hit enter


By On
advertise here



Media DNN - Bali | Sejak bergulirnya Kompetisi Liga Tarkam Rabu 31 Mei 2023 yang awalnya diikuti oleh 56 tim, hingga masuk ke 32 besar bahkan kini masuk ke tahap 16 besar. 

Pagelaran Kompetisi Liga Tarkam ini bertempat di Lapangan mini Sinar Lampu Menara, Dusun Ketapang, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara. Kamis, (27/07/2023). 

Lapangan dengan ukuran panjang 45 cm dan lebar 35 cm dengan waktu bertanding berdurasi selama 25 menit di kali 2. Turnamen Tarkam (Antar Kampung) memperebutkan total 25 juta, tentu hal ini menggiurkan para tim yang berlaga. 


Hal yang dipetik selama turnamen berlangsung adanya mengeliatnya ekonomi kecil terutama para pedagang musiman. 

Dan sebagaimana yang diketahui, panitia dan tim keamanan terus menggaungkan junjung sportivitas dan junjung rasa kekeluargaan. 

Pada saat ditemui oleh awak media dilokasi turnamen berlangsung Danramil Negara 01 Kapten Inf. Gede Andika mengatakan, saya selalu memberikan wejangan selama Kompetisi Liga Tarkam berlangsung ,agar kedua belah pihak antar pemain dan seporter, penonton, dan panitia tetap menjaga kondusif selama Liga ini bergulir.



Lebih lanjut ia mengatakan, jangan sampai ada yang memprovokasi baik itu official, pemain, dan terutama para penonton. Ini lapangan bola mini, bukan ring tinju. Tak ada adu otot, tapi adu ketangkasan dan kecakapan pertandingan.

"Apapun bentuk pola permainan kita hargai keputusan wasit dan 2 dewan juri. Selain itu jaga nama baik Desa/Kelurahan yang di pantau selalu oleh Babinsa yang mewilayahi. 

Sementara bergulirnya kompetisi Liga Tarkam kini masuk ke tahap 16 besar, tentu suasana semakin panas. Tak jarang senggolan pemain malah menjadi ajang yang menimbulkan konflik. Hal ini butuh kesadaran para penonton, pemain dan terutama pendamping tim," tegas Danramil yang selalu pantau turnamen ini. 

Hal senada juga disampaikan Ketua Panitia Danramil 1617-02/Mendoyo Mayor Inf.Agus Muhid bahwa selama pertadingan ini suasana kondusif sesuai perintah Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf. Teguh Dwi Raharja, S.Sos. Jaga marwah sepak bola kampung sebagai ajang silaturahmi yang mengikat," ucapnya.

"Turnamen yang bernilai budaya tetap dilestarikan, dirawat, dibina, dan tanamankan rasa kekeluargaan sebagai rasa asah, asih, asuh. Apalagi TNI lahir dan besar bersama rakyat.

Adapun pembinaan dalam turnamen ini untuk mencari bibit-bibit baru, seperti halnya Liga Santri dan kompetisi lainnya. Selama berlangsung hingga final hal utama tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan rasa kekeluargaan," kata Mayor Agus. 

Sebagaimana yang disampaikan  oleh Mayor Agus bahwa, saat usai pertandingan dibuktikan oleh kedua belah pemain dari Alam FC melawan Timur Tengah. Yang mana Kapten tim Timur Tengah FC Loloan Timur ia mengucapkan rasa syukur Alhamdulillah diamana selama bergulirnya liga Tarkam ini kita semua tetap menjaga mental sportivitas dan rasa kekeluargaan apalagi kita masih serumpun anak Loloan Bugis Melayu ketika melawan Arlam FC. "Menang 3-2 tentu memasuki fase ke 8 besar dengan berharap juara," ujarnya. 

Sementara kapten tim Arlam FC yang merupakan peserta yang juga sebagai tuan rumah dan Muhammad ia mengatakan bahwa, pertandingan barusan cukup seru, dan tegang, walau kalah dari Timur Tengah FC dengan skor 3-2 yang punya pola sama-sama menyerang namun bersyukur dimana para pemain, penonton dan pendamping tak terprovokasi apapun serta menjaga penuh selama pertadingan berlangsung. 

Dan kami bersyukur dengan adanya kompetisi liga tarkam Pola Dandim 1617/Jembrana CUP 1 tahun 2023, dengan harapan semakin diperhitungkan dan terus berkibar setiap tahun," pungkasnya. (Eddy.red).

Click to comment