-->

Type something and hit enter


By On
advertise here




Media DNN - Tangerang | Sebuah bangunan Gedung Serba Guna (GSG) tampak terlihat tanpa Papan info publik dan diduga sarat dengan penyimpangan, pihak kontraktor dinilai tidak koperaktif.

Pengakuan salah satu Kepala Dusun (Kadus) Desa Cikuya Julaeni, Perusahaan kontraktor belum menghadap dan berkoordinasi dengan salah satu pemangku wilayah setempat (dusun).

"Sampai saat ini sejak dibangunnya GSG, pihak kontraktor maupun perwakilannya belum ada yang menemui saya, saya mengajukan pembangunan GSG untuk kepentingan lingkungan saya, tanah tersebut peruntukannya Fasum seluas 2.160 M2, nilai Anggarannya 800 juta", Ujar Julaeni Kadus Desa Cikuya, 21/12/2023.

Sebelumnya dari penelusuran awak media, bangunan tersebut terlihat seperti sebuah proyek pergudangan dan pabrik, karena berdiri didalam salah satu Perumahan Taman Adiyasa, Desa. Cikuya, kec. Solear, sehingga menimbulkan pertanyaan dan rasa penasaran, namun setelah ditelusuri lebih mendalam, bangunan tersebut merupakan salah satu proyek yang dibangun dari anggaran pemerintah daerah kabupaten tangerang.

Dari beberapa keterangan pekerja dilokasi, proyek tersebut diperkirakan selesai pada tanggal 20 Desember 2023, fakta di lapangan pada tanggal 21 Desember 2023 masih ada aktivitas pekerjaan, disamping itu papan pekerjaan tidak terpasang dengan alasan telah rusak dan dibawa oleh pihak Dinas Pemda.

"Saya hanya diberi perintah oleh atasan (Pihak kontraktor pelaksana) untuk mengerjakan bagian Atap saja, dan ini juga kami cuma meneruskan pekerjaan oleh tim sebelumnya, dan seharusnya kerjaan ini sudah selesai tanggal 20 desember, cuma karena kami hanya meneruskan pekerjaan sebelumnya, maka dari itu jadi melebihi tanggal yang ditentukan", Terang Arif salaku mandor dilokasi pekerjaan.


Dilokasi yang sama, awak media dihampiri seseorang yang mengaku RT setempat, entah benar atau tidak, dari pengakuannya papan proyek sudah ada dan telah dipasang, namun karena telah usang maka dilepas, kemudian dibawa oleh pihak dinas terkait yang menanganinya kemudian proyek ini dipegang oleh seseorang dari Ormas dan sekaligus wartawan.

"Papan proyeknya ada cuma sudah dilepas karena sudah rusak, dan kemarin sudah dibawa sama orang dinas, kalau mau tau proyek ini yang pegang adalah dari Ormas dan dia juga wartawan", Terang Rizal yang mengaku Rukun Tetangga (RT) setempat.

Seperti diketahui, dipenghujung akhir tahun, Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Tangerang telah gencar melaksanakan pembangunan, agar APBD bisa terserap untuk kemajuan daerah, dan sember dana guna pemerataan pembangunan, diperoleh dari hasil pajak yang dibayar oleh masyarakat, namun sangat disayangkan apabila pembangunan yang dikerjakan disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, hanya demi keuntungan semata dan mark up harga tinggi, namun kwalitas bahan sangat Minim. Hingga berita ini ditayangkan, awak media akan mengkonfirmasi kepada pihak Kementrian PUPR dan KPK RI.

(Jk)

Click to comment