Media DNN - Bali | Sejumlah warga Desa Budeng dikagetkan oleh terjadinya peristiwa yang menimpa 12 orang yang sedang memanen buah semangka di Subak Kawis, Desa Budeng, Kec/Kab. Jembrana. Sabtu, 27/01/2024) sekitar pukul 15.00 Wita.
Peristiwa ini terjadi pada saat 13 orang pekerja buruh tani hendak memanen buah semangka di Subak Kawis, dan setibanya di Subak Kawis tidak lama kemudian mulai hujan gerimis.
Perlu diketahui, jumlah pekerja buruh tani tersebut sebanyak 13 orang dan yang tersambar petir sebanyak 12 orang. 1 orang selamat, 11 orang mengalami luka bakar, dan 1 orang diantaranya meninggal dunia.
Dari informasi yang dapat dihimpun diketahui bahwa Masing - masing korban berinisial (1). Ni Wayan S, Perempuan, warga Kelurahan Tegal Cangkring dinyatakan meninggal dunia, (2). Ni Ketut W (60) Tahun, Perempuan, warga Kelurahan Tegal Cangkring dalam kondisi kritis, (3). Ni Komang ASS (39) tahun, perempuan, warga Kelurahan Penyaringan dalm kondisi luka berat, (4). Ni Nyoman R (60) tahun, perempuan warga Kel.urahan Tegalcangkring dalam kondisi luka berat, (5). Ni Kadek S (49) tahun, perempuan, warga Kelurahan Pohsanten dalam kondisi luka ringan, (6). Wayan M (28) tahun, warga Kelurahan Penyaringan dalam kondisi luka ringan, (7). Ni Nyoman T (65) tahun, warga Kelurahan Tegalcangkring dalam kondisi luka ringan, (8). Made S (51) tahun, warga Kelurahan Mendoyo Dauhtukad dalam kondisi luka ringan, (9). Ketut W (46) tahun, warga Kelurahan Tegalcangkring dalam kondisi luka ringan.
Selain itu, (10). Ni Luh S (50) tahun, warga Kelurahan Tegalcangkring dalam kondisi luka ringan. (11). I Ketut N (57) tahun, warga Desa Delod Berawah dalam kondisi luka ringan, dan (12). Ketut S (60) tahun, warga Kelurahan Delod Berawah dalam kondisi luka ringan.
Adapun saksi dalam kejadian ini bernama I Gede Sumerta (50) tahun, alamat : Lingk Bilikpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, dan I Ketut Mikayasa (47) tahun, alamat Lingkungan Petapan Persidi, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana - Bali.
Sedangkan pelapor atas kejadian tersebut bernama Rahmil Adif (34) tahun, alamat Banjar Melaya Pantai, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Kabuoaten Jembrana.
Dari keterangan korban bernama Sariani ia mengatakan, sekira pukul 13.30 Wita, sebanyak 13 pekerja tiba dilokasi panen semangka yang beralamat di Subak Kawis, Desa Budeng. Selanjutnya, ke 13 pekerja langsung melakukan pemanenan semangka sebanyak 5 petak sawah.
Lebih lanjut ia menyampaikan, namun sekira pukul 14.30 Wita terjadi hujan gerimis sehingga yang terpanen baru 3 petak dan pekerja berinisiatif untuk mencari tempat berteduh, dimana 12 orang berteduh di bawah gubuk yang berada di tengah sawah dan 1 orang berteduh di rumah warga yang berada di sebelah timur sawah yang berjarak sekitar 25m." Paparnya.
Dan sekira pukul 15.00 Wita, kata Sariani, hujan mulai lebat. Korban tidak mengetahui kejadian secara pasti karena disaat tersadar korban dan rekan-rekannya yang berjumlah 11 orang terpental beberapa meter di seputaran gubuk, sementara 1 orang lainnya masih berada diatas gubuk.
Menurutnya, ketika dirinya tersadar merasakan seluruh badan kaku dan tidak bisa digerakan serta melihat seluruh rekan-rekannya dalam keadaan tidak sadarkan diri di seputaran gubuk. Setelah korban dapat bergerak, korban langsung mengambil posisi duduk dan melambaikan tangan ke arah saksi yang berada di mobil yang berada tidak jauh dari TKP.
Akibat dari kejadian tersebut, mengakibatkan meninggalnya seorang perempuan berinisial Ni Wayan S, sementara 11 orang lainnya mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. (Slmt).
