-->
  • Label

    Copyright © DETIK NUSANTARA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Bupati Badung Dampingi Menteri Desa PDT Kunjungi BUMDes Desa Tibubeneng

    Sabtu, 29 November 2025, November 29, 2025 WIB Last Updated 2025-11-29T16:00:06Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Foto : Bupati Wayan Adi Arnawa saat menerima kunjungan kerja Menteri Desa PDT Yandri Susanto ke BUMDes Genta Persada Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Jumat (28/11).
     
    Media DNN - Bali | Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menyambut baik kunjungan kerja Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto ke BUMDes Genta Persada Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Jumat (28/11).

    Kunjungan ini merupakan agenda strategis Farmer to Farmer Visit Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) 2025, yang dimotori oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, dengan dipimpin langsung oleh Dirjen H. Tabrani.

    Pada kesempatan tersebut Menteri Desa PDT Yandri Susanto dan Bupati Badung Wayan Adi Arnawa meresmikan sekaligus meninjau gedung baru BUMDes Genta Persada Desa Tibubeneng serta 8 (delapan) unit bagian dari diversifikasi usaha BUMDes.

    Mendes PDT juga mengumumkan bahwa Pengelola BUMDes Genta Persada, yaitu Perbekel Tibubeneng dan Direktur BUMDes, akan diundang khusus untuk menerima penghargaan sebagai BUMDes Inovatif dan Inspiratif pada Hari Desa Nasional, 15 Januari 2026 di Boyolali.

    Dalam sambutannya, Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa perhatian pemerintah pusat melalui kunjungan langsung Menteri Desa merupakan bentuk pengakuan nasional terhadap kemajuan ekonomi lokal Kabupaten Badung. Menurutnya, keberadaan BUMDes menjadi mekanisme vital dalam memperkuat kelembagaan ekonomi desa, meningkatkan kapasitas manajerial, serta membuka kesempatan kerja yang bersifat berkelanjutan. “Kunjungan Bapak Menteri merupakan dukungan nyata terhadap penguatan tata kelola ekonomi desa. Badung berkomitmen mengembangkan BUMDes yang inovatif, adaptif, dan berbasis potensi lokal,” ucapnya.


    Adi Arnawa juga menginformasikan bahwa dinamika pertumbuhan desa-desa di kawasan pariwisata seperti Tibubeneng, Canggu, Pererenan, dan Kutuh menunjukkan percepatan signifikan. Namun demikian, dukungan pemerintah pusat tetap diperlukan demi keberlanjutan percepatan pembangunan dan penguatan ekonomi desa. "Saya apresiasi performa BUMDes Genta Persada, yang telah menunjukkan model bisnis profesional, mampu menyerap hampir 50 tenaga kerja, serta memiliki 8 (delapan) unit usaha produktif dengan capaian omzet yang ditargetkan mencapai Rp. 1 s/d 1,5 miliar dan ini merupakan indikator kesiapan desa menuju status Desa Mandiri," jelas Bupati

    Komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan akan menjaga keberlanjutan inovasi desa serta memastikan setiap capaian ekonomi memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

    Sementara Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, menyampaikan bahwa BUMDes Tibubeneng menjadi salah satu contoh empiris keberhasilan desa dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang modern, kompetitif, dan berorientasi pasar. Program TEKAD. Menurutnya, dirancang sebagai platform pertukaran pengetahuan dan teknologi antar-desa, agar praktik inovatif dapat direplikasi ke wilayah lain, termasuk daerah tertinggal. “BUMDes Tibubeneng membuktikan bagaimana potensi desa dapat dikelola secara profesional. Praktik baik seperti ini harus kita replikasi ke seluruh Indonesia,” ujarnya.

    Mendes mendorong perluasan inovasi usaha, seperti diversifikasi produk pertanian rumah tangga, integrasi wisata berbasis komunitas, hingga pengembangan model ekonomi mikro yang meningkatkan partisipasi warga dan memperkuat ketahanan ekonomi desa. "Badung memiliki modal sosial, budaya, dan ekonomi yang kuat untuk menjadi episentrum replikasi keberhasilan BUMDes di tingkat nasional. Desa-desa di Badung termasuk Tibubeneng saya arahkan menjadi rujukan studi banding bagi Provinsi dan Kabupaten lain, khususnya dalam kerangka integrasi pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif desa yang bisa dipotensikan melalui BUMDes. Hasil kunjungan kerja ini saya jadikan materi masukan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan nasional mengenai pengembangan ekonomi desa tahun 2025–2026," pungkas Yandri Susanto.

    Turut hadir Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, H. Tabrani serta pejabat tinggi pratama, Kadis PMD Badung Komang Budi Argawa, Camat Kuta Utara, Putu Eka Permana, Perbekel Tibubeneng, I Made Kamajaya, Perbekel Canggu dan Pererenan.(hms/dw) 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini