-->

Type something and hit enter


By On
advertise here


Media DNN - Semarang-Jawa Tengah | Pencegahan dan penyalah gunaan narkoba di kalangan pelajar terus menerus digencarkan untuk disosialisasikan.

Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Rakyat Anti Madat (GERAM) Jawa Tengah menggelar sosialisasi bahaya narkoba di SMK Negeri Pringapus, Kabupaten Semarang, yang diikuti oleh ratusan siswa dari berbagaiterlaran, pada Jum'at (13/02/2026) 

Edukasi dan kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai dampak kesehatan, sosial, serta konsekuensi hukum akibat penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang yang saat ini menjadi sorotan diberbagai publik masyarakat. 

Ketua DPD GERAM Jawa Tengah, Havid Sungkar, yang didampingi Ketua DPC GERAM Kabupaten Semarang Setyo Wardoyo, "Menegaskan bahwa pelajar merupakan kelompok yang rentan menjadi sasaran dalam peredaran gelap narkoba. 

“Karena peredaran narkoba saat ini banyak tertuju dan menjadi fokus sasaran utama adalah generasi muda di kalangan pelajar, dan disini kami hadir untuk memberikan edukasi dan membekali siswa agar berani bilang "TIDAK" pada "NARKOBA,” tegasnya. 

Disesi  pemateri, para narasumber memaparkan berbagai jenis narkotika yang kerap beredar di lingkungan remaja, mulai dari ganja, sabu, hingga obat-obatan terlarang yang sering dikonsumsikan dan disalahgunakan, dan siswa juga dibekali pemahaman mengenai dampak jangka pendek dan panjang, seperti gangguan kesehatan mental, kerusakan organ tubuh, hingga ancaman terkait konsekuensi hukum. 

Nampak turut hadir dari perwakilan aparat penegak hukum dari Satuan Reserse Narkoba Polres Semarang,
IPDA.Catur Budi Santosa dan IPDA.Agus W.S, yang juga menjadi narasumber dalam memberikan pemaparan dalam pemahaman dampak narkoba. 

Dalam kesempatannya, IPDA.Agus "Menegaskan bahwa keterlibatan dalam pemakaian narkoba dapat berujung pada proses hukum serius dan berdampak panjang terhadap masa depan pelajar dan resikonya sangat besar. selain merusak kesehatan, dan menghancurkan masa depan adik-adik pelajar semua,” tegasnya. 

Dalam giat edukasi dan sosialisasi ini, Kepala Sekolah SMKN  Pringapus Amar Ma’ruf Fahrudin, menyambut baik kegiatan tersebut, menurutnya, pencegahan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan peran sekolah, tetapi membutuhkan sinergi dan peran serta orang tua dan lingkungan masyarakat serta lembaga terkait dalam pencegahan peredaran narkoba dikalangan pelajar yang menjadi aset generasi muda Bangsa. 

“Kami akan terus memperkuat pembinaan karakter siswa, peran sekolah, orangtua siswa, dan organisasi masyarakat dan lembaga terkait sangatlah penting untuk melindungi anak-anak kita sebagai aset perubahan Bangsa,” ujarnya.

Para siswa tampak antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut dan mengajukan pertanyaan - pertanyaan, bagaimana cara menghindari pergaulan negatif serta langkah yang harus dilakukan jika mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

Salah satu siswa kelas XI, Dian asal Pringsari, mengaku memperoleh wawasan baru.“Sekarang saya lebih paham, ternyata bukan hanya kesehatan yang rusak, tapi masa depan juga bisa hancur,” tegasnya. 

Diakhir acara, Havid Sungkar juga mengajak siswa melakukan simulasi singkat penolakan ajakan membeli dan mengonsumsi narkoba dengan slogan “Prestasi Yes, Narkoba No!” yang disambut antusias para peserta.

GERAM Jawa Tengah selalu berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi ke berbagai pelajar  sekolah di wilayah Jawa Tengah sebagai langkah nyata melindungi generasi muda penerus perubahan Bangsa  dari ancaman  bahaya narkoba. (Jack).

Click to comment