Foto : Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta saat menghadiri puncak peringatan HUT Ke-38 WHDI Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar, Kamis (12/2).
Media DNN - Bali | Kabupaten Badung berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara I Lomba Kidung dan Lomba Dharma Wacana dalam rangkaian puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar, (12/2).
Tidak hanya dua Juara I, WHDI Kabupaten Badung juga berhasil meraih Juara II Lomba Gebogan dan Juara II Lomba Makekawin. Dari 5 kategori lomba yang dipertandingkan, kontingen Badung sukses membawa pulang empat gelar juara.
Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan kekompakan seluruh anggota. “Kami sangat berbangga karena dari lima kategori lomba yang diperlombakan, WHDI Kabupaten Badung berhasil membawa pulang empat gelar juara, yaitu Juara I Lomba Kidung, Juara I Lomba Dharma Wacana, Juara II Lomba Gebogan, dan Juara II Lomba Mekekawin,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Yunita Alit Sucipta juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada WHDI Provinsi Bali. Ia berharap WHDI ke depan semakin memperkuat perannya sebagai wadah pemberdayaan perempuan Hindu. “Saya berharap perempuan Hindu mampu terus membangun dan mengembangkan diri serta karakter yang berlandaskan Dharma, sehingga dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara demi terwujudnya Indonesia Emas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua WHDI Provinsi Bali, Tjokorda Istri Sri Rasmawati Yudhara, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-38 tahun ini mengusung tema "Pemberdayaan Perempuan Membentuk Keluarga Sehat Menuju Indonesia Emas". Ia menegaskan bahwa sebagai organisasi yang mewadahi aspirasi perempuan Hindu, WHDI diharapkan mampu memberikan ruang bagi perempuan untuk menjalankan perannya secara optimal, baik dalam membentuk keluarga yang sehat maupun sebagai pribadi yang mandiri dan berdaya saing. “Semangat persaudaraan serta konsep Tri Hita Karana menjadi landasan utama dalam mengoptimalkan peran WHDI untuk mewujudkan masyarakat Hindu, khususnya generasi muda, agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan unggul,” ungkapnya.
Acara tersebut turut dihadiri Pembina WHDI Provinsi Bali yang juga Ketua TP PKK Provinsi Bali Nyonya Putri Koster, Penasehat WHDI Provinsi Bali Nyonya Seniasih Giri Prasta, para Ketua WHDI Kabupaten/Kota se-Bali, serta sejumlah undangan lainnya.(hms/dw)

