Foto : Bagus Alit Sucipta menghadiri dan memberi arahan saat Sosialisasi Pembuatan Teba Modern (Teba Kota) di wantilan pure desa adat darmasaba (15/2).
Media DNN - Bali | Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri dan memberi arahan saat Sosialisasi Pembuatan Teba Modern (Teba Kota) di Desa Darmasaba yang merupakan implementasi inovasi CINTA Darmasaba (Cara Indah Tangani Sampah Darmasaba). Kegiatan berlangsung di Wantilan Pura Desa Desa Adat Darmasaba, (15/02).
Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Badung Putu Yunita Oktarini, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Kepala Bagian Pembangunan Setda Badung, Camat Abiansemal beserta Tripika Kecamatan Abiansemal, Perbekel Desa Darmasaba beserta perangkat Desa,Bendesa Adat Tegal, Bendesa Adat Darmasaba serta Krama Desa Adat Darmasaba.
Pada kesempatan tersebut Wabup Bagus Alit Sucipta juga berkesempatan menyerahkan 5 unit Tong Komposter kepada Bendesa adat Tegal dan Bendesa Adat Darmasaba, yang bersumber dari CSR sebagai bentuk tanggungjawab perusahaan yang berusaha di Badung.
Dalam arahannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga. Melalui pembangunan Teba Modern, diharapkan setiap rumah memiliki sistem pengolahan sampah organik secara mandiri sehingga mampu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus menjaga kebersihan lingkungan desa.
“Teba Modern ini bukan sekadar tempat membuang sampah, tetapi menjadi solusi pengolahan sampah berbasis sumber yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, inovasi CINTA Darmasaba menjadi langkah konkret dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Pemerintah Kabupaten Badung terus mendorong desa-desa untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis partisipasi masyarakat.
"Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh krama Desa Adat Darmasaba dapat berperan aktif mendukung program Teba Modern, sehingga terwujud lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan sehingga darurat sampah di Badung bisa kita minimalisir," ucap Wabup.
Sementara Perbekel Darmasaba IB Surya Prabawa Manuaba melaporkan terkait dengan sosialisasi pembuatan Teba Modern (Teba Kota) di Desa Darmasaba, ide cikal bakal Teba Modern lahir dari Desa Adat Darmasaba sebagai salah satu solusi untuk bagaimana mengelola sampah di Desa Adat berbasis sumber dengan cara berkolaborasi dengan Desa Dinas Darmasaba.
"Pemberian teba modern pada warga Desa Adat Darmasaba dengan pola satu karangan ayahan Desa diberikan satu unit Teba Modern dengan harapan sampah yang ada di Desa Darmasaba bisa diolah disumbernya lebih lagi terhitung 1 Maret 2026 TPA Suwung sudah ditutup, itu artinya Teba Modern ini menjadi salah satu solusi penanganan sampah di Badung khususnya di Desa Darmasaba," tegasnya.
(Hms/dw)
