-->

Type something and hit enter


By On
advertise here


Foto : Wabup Bagus Alit Sucipta saat membuka Parade Ogoh-Ogoh Yowana Desa Adat Padang Luwih II, Rabu (18/3).

Media DNN - Bali | Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, secara resmi membuka Parade Ogoh-Ogoh Yowana Desa Adat Padang Luwih II yang mengusung tema "Sundaran Sanjaya Amerta: Spirit Harmoni Untuk Mencapai Kemenangan Diri Demi Mewujudkan Kesejahteraan Hidup", Rabu (18/3).

Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menegaskan bahwa parade ini bukan sekadar atraksi budaya, melainkan media edukasi sosial untuk membangun karakter generasi muda. “Parade ogoh-ogoh ini merupakan wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi bagi generasi muda dalam mengekspresikan kreativitas secara positif dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kebijakan peningkatan anggaran merupakan investasi sosial untuk mencetak generasi yang kreatif dan berintegritas. “Kebijakan ini bukan semata-mata bentuk fasilitasi, tetapi merupakan investasi sosial dalam membangun generasi muda yang kreatif, berintegritas, dan berdaya saing. Generasi muda adalah ujung tombak keberlanjutan budaya dan pembangunan daerah,” tegas Wabup

Bagus Alit Sucipta juga mendorong pemberdayaan undagi lokal agar talenta muda Badung memiliki identitas budaya yang kuat. Terkait pelaksanaan Hari Raya Nyepi, ia mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan toleransi. “Saya menghimbau seluruh masyarakat untuk melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, sehingga tercipta suasana yang aman, nyaman, dan kondusif. Selain itu, penting bagi kita semua untuk terus menjaga toleransi dan keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat,” pesannya.

Wabup mengingatkan bahwa Nyepi adalah warisan budaya dunia yang harus dijaga kolektif. “Nyepi bukan hanya milik umat Hindu, tetapi merupakan warisan budaya Bali yang telah dikenal dunia. Oleh karena itu, pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama, termasuk dalam mendukung keberlanjutan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Padang Luwih, I Ketut Adi Ardana, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah. Ia menekankan bahwa parade ini merupakan simbol soliditas antara pemerintah, desa adat, dan generasi muda. "Kegiatan ini adalah wujud nyata sinergi kami dalam menjaga akar budaya. Melalui parade ini, kami tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan komitmen kolektif krama desa dalam melestarikan warisan leluhur di tengah arus modernisasi," ungkapnya.

Ketua Panitia, Gusti Bagus Dwipayana, menjelaskan bahwa parade tahun ini diikuti oleh enam Sekaa Teruna Teruni (STT) dari seluruh banjar adat di wilayah Padang Luwih. Setiap peserta menampilkan karya terbaik yang memadukan kreativitas seni dengan nilai spiritualitas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua WHDI Kabupaten Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana, Perbekel Desa Dalung I Gede Putu Arif Wiratya, Prajuru Adat dan Dinas, tokoh masyarakat, serta seluruh krama Desa Adat Padang Luwih.(hms/dw) 

Click to comment