Media DNN - Bali | Menjelang pelaksanaan hari raya Nyepi tahun Baru Saka 1948 yang akan jatuh pada hari Kamis tanggal 19 Maret 2026
Desa Adat Nyitdah, Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, melaksanakan upacara Melasti ke Pantai Kedungu. Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa tanggal 17 Maret 2026 pagi diikuti oleh ribuan pemedek warga masyarakat Desa Adat Nyitdah yang terdiri dari 16 Banjar Adat.
Upacara Melasti dilaksanakan bertujuan untuk menyucikan benda-benda sakral pura, serta menyucikan alam semesta dari dosa dan sifat buruk sebelum merayakan Hari Raya Nyepi. Ritual ini melambangkan penghanyutan kotoran diri ke laut/sumber air suci untuk memohon air kehidupan (Tirta Amerta). Pelaksanaan upacara Melasti biasanya berlangsung setahun sekali sesuai dengan perhitungan kalender Bali. Selain itu upacara Melasti juga bisa dilakukan saat ada upacara besar di sebuah Pura atau tempat persembahyangan umat Hindu.
Menurut Bandesa adat Nyitdah Drh I Ketut Darka, "Upacara Melasti Desa Adat Nyitdah kali ini diikuti oleh Pura yang ada di wilayah/wewidangan Desa Adat Nyitdah. Dengan titik kumpul di Pura Bale Agung berlokasi di sebelah simpang empat Desa Nyitdah, Selanjutnya rombongan pengiring bergerak berjalan kaki menuju Pantai Kedungu kurang lebih 3 km. Setelah selesai melaksanakan upacara di pantai rombongan melasti kembali berkumpul di Pura Bale Agung, untuk nantinya dilakukan persembahan dan warga diperkenankan untuk melakukan persembahyangan sambil mengaturkan canang buratwangi ataupun perani/punjung rayunan". ujar Drh I Ketut Darka
Berdasarkan pemantauan upacara melasti berlangsung dengan aman, tampak pecalang Desa Adat Nyitdah dengan unsur kepolisian melakukan pengamanan pada setiap titik persimpangan jalan seperti halnya di persimpangan Desa Belalang yang dilalui rombongan melasti. Hal ini dimaksudkan agar pelaksanaan upacara berlangsung dengan lancar. Selama kegiatan berlangsung dengan Trepti atau aman dan lancar.(app).

