-->

Type something and hit enter


By On
advertise here


Foto : Ketua Dekranasda Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa memimpin study tiru ke Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (10/04).

Media DNN - Bali | Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Badung bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Badung melaksanakan study tiru ke Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Kunjungan ini bertujuan untuk mengakomodasi ide dan strategi pengembangan industri batik khas Badung berbasis kearifan lokal.(10/04) 

Rombongan yang dipimpin oleh Kadisperinaker Badung, A.A. Ngurah Rai Yudha Dharma, bersama Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, diterima langsung oleh Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, di Gedung Sekretariat PKK Kota Pekalongan. Turut mendampingi Plt. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pekalongan, Wismo Aditiyo, beserta jajaran terkait.

Kadisperinaker Badung, A.A. Ngurah Rai Yudha Dharma, menyampaikan bahwa pemilihan Kota Pekalongan didasari oleh reputasinya sebagai "Kota Batik" yang memiliki pengalaman panjang dalam produksi dan ekosistem UMKM. "Studi tematik ini kami lakukan karena Kabupaten Badung ingin memiliki UMKM yang memproduksi batik sendiri. Hasil studi tiru ini akan segera kami replikasi melalui penyusunan kebijakan terkait pembuatan batik khas Badung yang sesuai dengan kearifan lokal kita," ujarnya.


Ketua Dekranasda Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen pemerintah dalam mendorong sektor industri kreatif. Selama ini Badung dikenal dengan kerajinan ukiran, dan kini semangat tersebut diarahkan untuk menambah kain batik sebagai produk unggulan baru. "Saya berharap para perajin yang ikut serta dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya.

Implementasikan pengalaman ini secara nyata untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif, membuka lapangan kerja, serta memperkuat identitas budaya daerah melalui batik," tegasnya.

Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, menyambut hangat kehadiran rombongan Badung. Ia berharap kunjungan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan (best practices) yang saling menguntungkan bagi kedua daerah. "Kunjungan ini sangat strategis karena fokus pada peningkatan daya saing IKM. Semoga terjalin kolaborasi nyata, baik berupa joint event maupun promosi produk bersama," ungkapnya.

Selain audiensi formal, rombongan Badung juga melakukan kunjungan lapangan ke dua lokasi utama. Pertama, Museum Batik Pekalongan untuk mempelajari sejarah dan koleksi batik, serta dilanjutkan ke Kampung Batik Pesindon. Di sana, rombongan diterima oleh Ketua Paguyuban Kampung Wisata Batik Pesindon, Muhammad Salahudin, di Galeri Batik RaciK keliR.

Kampung Batik Pesindon sendiri merupakan pusat edukasi dan ekonomi yang menaungi 40 UMKM produksi dan 12 showroom galeri. Keberhasilan kampung ini dalam menjaga warisan leluhur sekaligus mengikuti tren pasar menjadi inspirasi utama bagi pengembangan ekosistem industri kreatif di Kabupaten Badung ke depan.(hms/dw). 

Click to comment