Media DNN - Bali | Komandan Kodim (Dandim) 1617/Jembrana, Letkol Inf S.Y. Gafur Thalib, memberikan pengarahan tegas dalam kegiatan Jam Komandan yang diikuti oleh seluruh personel militer dan PNS di Makodim 1617/Jembrana. Senin (26/4/2026).
Dalam arahannya, Dandim menyoroti tiga poin krusial: pemberantasan judi online, penguatan disiplin, dan tertib administrasi melalui dokumentasi kegiatan.
Pada saat membuka arahannya, Letkol Inf S.Y. Gafur Thalib memberikan peringatan keras terkait maraknya fenomena Judi Online (Judol). Beliau menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi prajurit yang terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut.
"Rekan-rekan prajurit sekalian, saya tekankan dengan keras: Tidak ada ruang bagi Judi Online di lingkungan Kodim 1617/Jembrana. Judi online bukan sekadar pelanggaran disiplin, tapi penyakit yang merusak sendi-sendi ekonomi keluarga hingga fokus dalam menjalankan tugas negara," tegas Dandim.
Beliau juga mengingatkan bahwa jeratan hutang akibat judi seringkali menjadi pemicu tindakan desersi. Dandim memastikan akan mengambil tindakan hukum yang sangat tegas bagi siapa pun yang terbukti melanggar.
Terkait profesionalisme, Letkol Inf S.Y. Gafur Thalib mengingatkan bahwa disiplin adalah fondasi utama seorang prajurit. Ia meminta seluruh personel, terutama para Babinsa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, untuk menjaga etika dan loyalitas.
"Disiplin adalah napas setiap prajurit. Saya minta seluruh personel tetap menjaga jati diri sebagai prajurit teritorial yang profesional. Hindari pelanggaran sekecil apa pun di lapangan dan pastikan loyalitas tegak lurus kepada perintah pimpinan," imbuhnya.
Menutup arahannya, Dandim menginstruksikan pentingnya aspek dokumentasi dalam setiap penugasan, seperti program ketahanan pangan dan bakti sosial. Dokumentasi bukan hanya soal publikasi, melainkan instrumen vital dalam Pertanggungjawaban Keuangan (Wabku).
Fungsi Utama: Dokumentasi (foto/video) adalah bukti nyata fisik pengerjaan tugas. Ketertiban Administrasi: Tanpa dokumentasi yang jelas, kegiatan dianggap tidak ada secara administratif.
Instruksi: Setiap Babinsa dan staf wajib proaktif mendokumentasikan setiap tahapan kegiatan sebagai bentuk transparansi kepada komando atas. (Red).


