Media DNN - Bali | Semangat kebersamaan kembali terlihat dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Banjar Sekar Kejula Kelod, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Hingga saat ini, progres pembangunan telah memasuki tahap pengerjaan abutmen, yaitu struktur pondasi utama pada kedua ujung jembatan yang berfungsi sebagai penahan beban serta penghubung antara badan jembatan dengan tanah dasar. (17/4/2026).
Pembangunan jembatan dengan panjang 30 meter ini memiliki peran strategis sebagai penghubung dua banjar, sehingga nantinya akan sangat memudahkan akses mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kegiatan sehari-hari lainnya.
Dalam pelaksanaannya, personel TNI AD bersama masyarakat setempat bahu-membahu mengerjakan pembangunan di tengah kondisi medan yang cukup berat dan akses yang terbatas. Untuk mengatasi kendala tersebut, digunakan metode katrol sebagai solusi distribusi material, sehingga pekerjaan tetap dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Adapun dimensi abutmen yang sedang dikerjakan memiliki ukuran lebar 1,70 meter dan panjang 2,80 meter, dengan ketinggian yang disesuaikan dengan kondisi medan di lokasi. Konstruksi ini menjadi bagian krusial dalam memastikan kekuatan serta ketahanan jembatan dalam jangka panjang.
Diketahui, jembatan ini sebelumnya mengalami kerusakan akibat terjangan banjir, sehingga menghambat aktivitas masyarakat setempat. Kini, melalui inisiatif Presiden Republik Indonesia, pembangunan kembali jembatan tersebut menjadi harapan baru bagi warga untuk mendapatkan akses yang lebih aman dan layak.
Sinergi antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. Diharapkan, keberadaan Jembatan Perintis Garuda ke depan mampu meningkatkan konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jembrana. (Red).

