Media DNN - Bogor | Pengurus Cabang Bandung Karate Club (BKC) Kabupaten Bogor sukses menyelenggarakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Periode I Tahun 2026 di GOR Laga Satria, Pakansari, Cibinong, Minggu (19/4/2026), yang diikuti sekitar 300-an Ksatria Muda BKC dari berbagai Dojo se-Kabupaten Bogor.
Kegiatan berlangsung dengan penuh disiplin dan semangat, sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas teknik, mental, dan karakter Para Karateka Muda BKC.
Ujian Kenaikan Tingkat Kabupaten Bogor kali ini langsung dipimpin dan diuji oleh KDG Putra Kang Andri. Turut dihadiri oleh Sekum PP.BKC kang Padli dan Ketua wilayah Jabar.5 kang Rudi Parta Wijaya , Koor Kestapel Kang Ahmad Syafei, Pengurus Cab. Kabupaten Bogor dan Para Kestapel Wilayah Serta Majelis Sabuk Hitam Cab. Kabupaten Bogor.
Ketua Umum BKC Kabupaten Bogor, Kang Heri Risnandar, S.STP, menegaskan bahwa UKT bukan sekadar agenda formal kenaikan tingkat, melainkan proses evaluasi ketat untuk memastikan kualitas setiap karateka.
“UKT ini bukan hanya soal kenaikan sabuk, tetapi bagaimana membentuk karakter, disiplin, dan integritas para karateka,” ujarnya.
Selain sebagai ajang evaluasi, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat solidaritas antar dojo serta memperkuat sinergi antara pengurus, pelatih, dan atlet di lingkungan BKC Kabupaten Bogor.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Sabuk Hitam Kehormatan Kabupaten Bogor, Kang Endang Kosasih, SE., MM, yang memberikan dukungan langsung terhadap proses pembinaan karate di wilayah Kabupaten Bogor.
Dalam kesempatan yang sama, juga dilaksanakan prosesi penyematan Sabuk Hitam Kehormatan oleh Pengurus Pusat BKC kepada beberapa tokoh, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi terhadap pengembangan organisasi dan olahraga karate. Salah satu di antaranya adalah Adv. Yoga Hendriyanto, S.Gz., S.H., M.M., CPS., CCD., CIRP., CIRM. (Ketua LBH BSN DPC Kabupaten Bogor dan juga Managing Partners Firma Hukum YHP) yang turut mengikuti UKT untuk jenjang Sabuk Hitam Kehormatan DAN-II. menunjukkan komitmen dalam pengembangan diri baik secara profesional maupun dalam dunia bela diri.
Tonggak sejarah bela diri Indonesia resmi terpancang pada 16 Juni 1966 di Bandung melalui tangan dingin Iwa Rahadian Arsanata yang mendirikan Bandung Karate Club (BKC) sebagai wadah pembentukan karakter bangsa.
Berawal dari visi luhur untuk membina aspek fisik dan mental, BKC yang berakar pada aliran Shotokan kini telah bertransformasi menjadi salah satu perguruan karate terbesar di tanah air yang konsisten mencetak atlet berprestasi sekaligus Ksatria yang memegang teguh filosofi Bina Ksatria Cita.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BKC Kabupaten Bogor optimistis dapat terus melahirkan karateka berprestasi yang mampu bersaing di tingkat daerah maupun nasional Ujar Kang Herman Ferdiansyah (Kang Gaper) , Sebagai Ketua Bidang Prestasi Cab. Kabupaten Bogor. (Budi Mulayan).


