Media DNN - Bali | Progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Banjar Nusamara, Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana terus menunjukkan perkembangan signifikan. Memasuki tahap pembuatan abutmen (pondasi penahan tanah di kedua ujung jembatan), pekerjaan ini menjadi salah satu bagian paling krusial dalam memastikan kekuatan dan ketahanan struktur jembatan ke depan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 24 April 2026.
Pembangunan jembatan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat setempat. Sebelumnya, sebanyak 56 Kepala Keluarga (KK) di wilayah Banjar Nusamara harus hidup dalam keterisolasian akibat putusnya jembatan penghubung yang diterjang banjir bandang beberapa tahun lalu. Kondisi tersebut memaksa warga untuk menempuh jalur alternatif yang lebih sulit dan memakan waktu demi menjalankan aktivitas sehari-hari.
Di tengah proses pembangunan, semangat gotong royong masyarakat terlihat begitu kuat. Warga dengan penuh antusias turut membantu personel TNI di lapangan. Tanpa mengenal lelah, mereka bahu-membahu mengerjakan berbagai tahapan pembangunan, meskipun harus menghadapi terik matahari dan medan yang cukup menantang. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara TNI dan rakyat.
Komandan Kodim 1617/Jembrana, Letkol Inf S.Y. Gafur Thalib, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam membuka akses wilayah yang terisolasi. Ia menegaskan komitmennya bersama seluruh jajaran untuk menyelesaikan pembangunan dengan optimal.
“Pembangunan jembatan ini menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Kami akan mengerahkan seluruh kemampuan yang ada agar jembatan ini dapat segera dimanfaatkan warga, tentunya dengan tetap mengedepankan kualitas dan keselamatan dalam setiap tahapan pekerjaan,” tegasnya.
Dengan progres yang terus berjalan dan dukungan penuh dari masyarakat, diharapkan Jembatan Perintis Garuda dapat segera rampung dan kembali menghubungkan akses vital warga Banjar Nusamara, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat berjalan normal kembali. (Red).

