Media DNN - Bali | Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat sektor pertanian dan hortikultura sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Salah satu wilayah yang diproyeksikan menjadi kawasan strategis penopang program tersebut adalah Kecamatan Gerokgak yang dinilai memiliki potensi besar dari sisi lahan, sumber daya alam, hingga pengembangan komoditas unggulan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra usai menghadiri kegiatan Dharma Santi bertema “Parasparam Bhawayantah Sreyah” di Gedung Serbaguna Desa Adat Gerokgak, Sabtu (9/5).
Dalam kesempatan itu, Sutjidra menegaskan Kecamatan Gerokgak memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pertanian, hortikultura, perikanan, hingga industri pangan di Kabupaten Buleleng.
“Gerokgak ini salah satu kecamatan yang sangat potensial. Pengembangan industri perikanan dan pertanian secara luas sangat memungkinkan karena lahannya cukup besar,” ujar Sutjidra.
Lebih lanjut dijelaskan, Pemkab Buleleng telah melakukan pemetaan lahan potensial di sembilan kecamatan guna mendukung program ketahanan pangan nasional. Pemetaan dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik wilayah dan komoditas unggulan masing-masing daerah. Dalam skema tersebut, Kecamatan Gerokgak diproyeksikan menjadi salah satu kawasan strategis penopang ketahanan pangan nasional.
Kawasan Pejarakan dan sejumlah wilayah lainnya di Kecamatan Gerokgak dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian hortikultura secara berkelanjutan. Menurut Sutjidra, Kabupaten Buleleng menjadi salah satu dari 13 kabupaten di Indonesia yang dipilih dalam pengembangan program ketahanan pangan nasional.
“Dari sekitar 540 kabupaten di Indonesia, hanya 13 kabupaten yang dipilih dan Kabupaten Buleleng menjadi salah satunya. Pengembangan difokuskan pada empat komoditas utama, yakni dua komoditas buah dan dua komoditas hortikultura. Untuk buah-buahan meliputi durian dan manggis, sedangkan komoditas hortikultura meliputi bawang merah dan sayuran hijau,” ungkapnya.
Ia menambahkan, durian direncanakan dikembangkan di Kecamatan Busungbiu dan Seririt, sementara manggis salah satunya dipusatkan di Kecamatan Gerokgak. Untuk bawang merah, pengembangannya diarahkan di Kecamatan Gerokgak, Kubutambahan, dan Sawan. Adapun sayuran hijau akan dikembangkan di sejumlah wilayah dataran tinggi yang mendukung produktivitas pertanian.
Seluruh potensi tersebut telah dipetakan sehingga pengembangan komoditas dapat dilakukan secara lebih fokus, terarah, dan berkelanjutan hingga tahun 2029, mulai dari perencanaan hulu hingga hilir.
“Mengenai kebutuhan air untuk pengembangan pertanian, nantinya akan dimanfaatkan Bendungan Gerokgak. Dari hasil pengamatan, kawasan sepanjang aliran bendungan memiliki potensi lahan dan ketersediaan air yang cukup baik. Termasuk juga kita akan memperbaiki jaringan irigasi dan jalan usaha tani melalui program pusat yang kita terima,” papar Sutjidra.
Ke depan, Pemkab Buleleng juga membuka peluang pembangunan embung penampungan air guna memperkuat sistem pengairan pertanian di kawasan Gerokgak dan sekitarnya.(hms/dw).

