Media DNN - Batam | Perayaan Hari Kenaikan Yesus Kristus berlangsung khidmat di Gereja Betel Indonesia (GBI) "BCP Tamrin City". Ibadah yang diikuti jemaat dengan penuh sukacita dan kekhusyukan itu menjadi momentum penting bagi umat Kristen untuk kembali memaknai arti kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Kamis (14/05/2026).
Hari Kenaikan Yesus Kristus diperingati 40 hari setelah Hari Paskah atau kebangkitan Yesus dari kematian. Peristiwa ini menjadi bagian penting dalam iman Kristen, karena menandai kemenangan Kristus atas maut sekaligus penggenapan janji keselamatan bagi umat manusia.
Dalam penyampaian firman Tuhan, Pendeta Tjinfen mengatakan bahwa kenaikan Yesus Kristus ke surga sebagaimana tertulis dalam Kisah Para Rasul pasal 1 ayat 9 sampai 11 mengandung makna iman yang sangat mendalam bagi umat percaya.
“Hari ini kita merayakan kenaikan Kristus ke surga. Peristiwa ini mengajarkan bahwa Tuhan Yesus naik ke surga di hadapan murid-murid-Nya dan suatu saat akan datang kembali sesuai janji-Nya,” ujar Pendeta Tjinfen di hadapan jemaat GBI bcp tamrin City,
Ia juga mengajak seluruh jemaat untuk tetap hidup dalam kasih, menjaga iman, serta menjadi terang dan saksi Tuhan di tengah kehidupan sehari-hari.
Suasana ibadah di GBI BCP Tamrin City berlangsung penuh penghayatan melalui pujian, doa bersama, dan penyampaian firman Tuhan. Jemaat terlihat mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh rasa syukur dan pengharapan.
Peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga pengingat bagi umat Kristen akan kasih Tuhan, pengorbanan Yesus, dan janji keselamatan yang membawa harapan bagi kehidupan umat percaya.
Dalam penyampaian firman Tuhan di Ibadah Kenaikan Yesus Kristus di GBI BCP Tamrin City, Pendeta Tjinfen menyampaikan tentang tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus yang tertulis dalam Injil Matius, Lukas, dan Yohanes. Suasana ibadah berlangsung penuh sukacita, diselingi canda yang membuat jemaat tetap antusias mengikuti firman hingga akhir ibadah.
Pendeta Tjinfen mengatakan bahwa tanda-tanda akhir zaman kini semakin nyata terjadi di berbagai tempat, seperti gempa bumi, kelaparan, dan berbagai peristiwa yang menggenapi firman Tuhan. Ia mengingatkan jemaat agar tidak takut menghadapi keadaan dunia saat ini karena semuanya sudah tertulis di dalam Alkitab.
“Jangan takut dan jangan gelisah. Semua ini sudah Tuhan sampaikan sebagai tanda-tanda kedatangan-Nya,” ujarnya.
Dalam khotbahnya, Pendeta Tjinfen juga sempat menyampaikan candaan kepada jemaat terkait suara terompet yang terdengar di lokasi ibadah.
“Baru-baru ini saya dengar suara trompet, saya kira di sini ada Pak Kamto. Oh ternyata memang ada dia,” ujar Pendeta yang langsung disambut tawa jemaat.
Pendeta kemudian bertanya, “Ada berapa sopar di sini, Pak Kamto?”
Dengan santai Pak Kamto menjawab, “Ada tujuh sopar di sini pak Gembala.”
Suasana ibadah di GBI BCP Tamrin City pun berlangsung hangat, penuh sukacita, dan canda tawa jemaat.
Pendeta kemudian melanjutkan firman tentang munculnya kristus-kristus palsu yang menyesatkan banyak orang. Namun di sisi lain, Injil kini semakin cepat tersebar hingga melalui telepon genggam dan media digital, sehingga kabar keselamatan dapat menjangkau banyak orang.
Firman Tuhan yang diambil dari Yohanes 14 ayat 1 sampai 4 kembali mengingatkan jemaat agar tidak gelisah hati, sebab Tuhan telah menyediakan tempat bagi umat-Nya. Sementara dalam Lukas 12 ayat 35 sampai 40, jemaat diajak untuk selalu berjaga-jaga dan hidup dalam kesiapan menyambut kedatangan Tuhan.
“Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala, karena Tuhan datang pada waktu yang tidak disangka-sangka,” kata Pendeta Tjinfen.
Suasana ibadah semakin hangat ketika Pendeta kembali melontarkan candaan ringan yang membuat jemaat tertawa. Namun di balik suasana penuh sukacita itu, pesan yang disampaikan tetap mendalam, yaitu pentingnya hidup dalam doa, berjaga-jaga, dan tetap setia kepada Tuhan.
Pada bagian akhir khotbah, Pendeta mengutip firman Tuhan dari Yohanes 10 ayat 10 serta mengingatkan jemaat bahwa kedatangan Tuhan akan seperti pencuri pada malam hari. Karena itu, umat percaya diajak untuk terus hidup dalam iman, menjaga hati, memperkuat doa, dan tetap setia menantikan kedatangan Tuhan Yesus Kristus.
“Ayo mari kita semua berdoa dan tetap berjaga-jaga,” tutup Pendeta Tjinfen yang langsung mengajak seluruh jemaat menaikkan doa bersama dengan penuh khidmat. (FS).
