-->

Type something and hit enter


By On
advertise here


Bali | Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dua Wartawan media elektronik merasa kecewa karena hasil rekaman untuk pemberitaannya di hapus oleh seorang oknum pecalang yang berjaga saat bertugas dalam pelaksanaan upacara keagamaan di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Minggu (5/9/2021) sekira pukul 09.30 wita.

Untuk Memverifikasi dan konfirmasi hak jawab atas berita tersebut, Redaksi media detiknusantaranews.online, langsung menelepon kepala Desa Les, Gede Adi Wistara setelah mendapatkan Number Handphone nya. (5/9/2021) pukul 18.40 wita. 

Melalui saluran telpon, dirinya selaku Kepala Desa mengucapkan maaf mewakili salah satu oknum pecalang yang telah mengambil paksa Hp Wartawan yang saat itu sedang meliput lalu menghapus rekamanya. 

"Itu ada kesalahan pahaman, menurut keterangan dari pecalang itu, wartawan tersebut kesana tidak memakai kamen saat melakukan peliputan ( sarung yang biasa orang di Bali pakai sembahyang )", ujar Kades Adi Wistara. 


Mewakili oknum pecalang yang telah melakukan tindakan yang tidak terpuji itu, dirinya meminta maaf atas kejadian tersebut. Menurutnya hal itu disebabkan karena kesalahan pahaman dari oknum pecalang  yang tidak paham akan tugas ke wartawanan. 

"Untuk itu saya minta maaf, kalau saya ada disana waktu itu, mungkin kejadian itu tidak akan terjadi, karena mereka tidak tahu tugas media", ucapnya. 

Sementara kedua wartawan yang di hapus rekamannya saat meliput, mereka sudah tidak mempermasalahkan kejadian itu. 

"Saya bawa kamen, tapi saya belum pakai karena saya masih diluar areal Pura., Disini kita sama-sama saling berintropeksi, banyak orang yang belum paham tugas dan pungsi Media di masyarakat. Semoga kedepannya tidak ada lagi kejadian seperti itu", ucap Zainudin Yasin Wartawan RCTI MNC Group. (Smty) 

Click to comment