-->

Type something and hit enter


By On
advertise here


Bali | Dua Wartawan media elektronik merasa kecewa karena hasil rekaman untuk pemberitaannya di hapus oleh seorang oknum pecalang yang berjaga saat bertugas dalam pelaksanaan upacara keagamaan di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Minggu (5/9/2021) sekira pukul 09.30 wita.

Zn, salah satu wartawan yang dihapus hasil rekamannya menceritakan kronologis kejadian sewaktu dirinya melaksanakan liputan mengatakan sampai dirinya gelandang ke sebuah pos, disana dirinya dicecar dgn pertanyaan dan diminta menunjukkan KTAnya, setelah menunjukkan KTA malah di katakan KTAnya palsu dan nyetak sendiri.


Bahkan saat itu dirinya sudah menyampaikan peliputannya terkait keunikan pada upacara yang dilaksanakan setiap 70 tahun.

"Jangan liput mas, matiin hapenya, mana rekamannya", ujar salah seorang warga yang ada disana seperti yang diungkapkan Zn kepada awak media detiknusantaranews.online.

"Ini mengganggu jiwa jurnalistik kita, sisi lain kita wartawan dituntut untuk mencari informasi sebanyak-banyak mungkin. Tapi pengalaman hari ini sungguh luar biasa, dalam artian masyarakat yang masih awam dalam hal seperti ini", cetus Zn

"Saya ini kan media pak, saya tidak menghalangi upacara, tapi saya melihat keunikan upacara yang katanya dilakukan hanya setiap 70 tahun", ucap Zn saat digelandang di pos jaga.

Untuk menghindari hal yang tidak diingin, seperti yang disampaikan Zn, lalu dirinya pergi meninggalkan lokasi kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya kepada Kapolsek Tejakula secara lisan. 

Dilain sisi di tempat yang sama, Isu, wartawan dari salah satu stasiun radio ternama di Buleleng mendapat perlakuan yang sama.

"Saat itu saya disana dan ada orang yang melihat ngambil gambar, lalu saya disuruh ngapus yaa saya hapus", ungkap Isu. (Smty)



Click to comment