Jateng | Indahnya panorama lereng Gunung Merapi, membuat para wisatawan tergoda untuk berkunjung ke obyek wisata Gunung Merapi. Dengan adanya peluang tersebut, seorang pengamat lingkungan bernama Sukirman warga Dusun Deles Indah, Desa Sidorejo Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah berinisiatif dengan menjual kopi yang diberinama "Kopi Petruk Arabika".
Pada saat di wawancarai oleh awak media detiknusantaranews pada Sabtu (30/10) ia mengatakan, dari sejak dirinya tinggal di sekitar lereng Gunung Merapi. Sejak itulah dirinya dan keluarganya terus melakukan aktifitas dibidang sosial bersama warga sekitar, yang akhirnya dengan melihat keindahan panorama yang dimiliki oleh Gunung Merapi. Terlintas dalam pikirannya untuk membuka sebuah usaha berjualan kopi di tepi jalan menuju lereng Gunung Merapi," tuturnya.
Lanjut Sukirman, selain berjualan kopi yang diberi nama Kopi Petruk Arabika, Sukirman beserta keluarga juga menjadi relawan Gunung Merapi," imbuhnya.
"Usaha ini saya dirikan dari tahun 2014 dan resmi beredar pada tahun 2016 dengan merk Petruk, bagi yang ingin mencoba menikmati kopi Petruk Arabika. Silahkan datang ke tempat kami di Dusun Deles Indah, Desa Sidorejo Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sambil menikmati kopi Petruk para pembeli juga bisa menikmati indahnya panorama lereng Gunung Merapi," tandasnya.
Adapun filosofi kopi Petruk Arabika, sebagaimana yang dijelaskan oleh Bapak Sukirman yaitu, kanthong bolong = Saku yang berlubang, tak akan sampai penuh yang artinya. Karena ada saatnya di gunakan untuk kepentingan bersama, hidup tak lama jangan mencari yang bukan haknya itu filosofi kopi petruk," ucap Sukirman.
Disisi lain, dari pantauan wartawan detiknusantaranews dari lokasi tempat kopi Petruk Arabika dikatahui, disekitar lokasi tersebut ada sebuah perkampungan dengan jumlah 34 Jiwa yang terdiri dari 12 KK. Desa tersebut bernama Dusun Girpasang, Desa Tegalmulto, Kacamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Yang mana di Dusun tersebut diketahui tidak ada satupun warga masyarakat yang memiliki kendaraan apapun jenisnya, sementara aktifitas warga nampak terlihat hanya menjadi seorang petani.
"Jika ada para dermawan yang ingin membantu terhadap sejumlah warga yang tinggal di Dusun Girpasang bisa meminta bantuan Bapak Sukirman untuk mengantarnya," tutup Sukirman. (Janter Suharti).

