Media DNN - Sumenep | Sabtu 23/4/2022 Keberangkatan kapal mudik gratis ke kepulauan di Sumenep ditinjau langsung oleh Pejabat Pemerintah Kabupaten Sumenep di pelabuhan Kalianget, Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Dilokasi Keberangkatan kapal mudik gratis, Mohammad Tayyib Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Disperkimhub Sumenep melakukan peninjauan KM. Sabuk Nusantara 91 yang digunakan untuk mudik gratis tujuan Pulau Masalembu, berangkat sekitar pukul 08.30 Wib.
Sempat dikeluhkan masyarakat pengguna jalur laut Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kini terjawab sudah layanan kapal mudik gratis tahun 2022 sudah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep. Keberangkatan perdana kapal mudik gratis H-9 lebaran Idul Fitri Dari pelabuhan Kalianget tujuan Pulau Masalembu, pulau terluar di Sumenep.
Sedangkan untuk diawal Keberangkatan para penumpang dibuat bingung untuk masuk kedalam area Pelabuhan tempat kapal bersandar. Para penumpang dilarang masuk jika tidak mengantongi tiket. Namun saja segelintir bisa masuk dan terpantau didalam area kapal yang akan berangkat kendati loket tiket pendaftaran belum dibuka. Entah bagaimana itu bisa terjadi.
Disela-sela kesibukannya saat meninjau keberangkatan kapal, Mohammad Tayyip mengatakan, Karena ini pertama saya kira gak ada permasalahan yang berarti karena waktunya pendek tapi kita berusaha maksimal untuk mempersiapkan dengan baik.
"Saya rasa tidak ada kendala yang berarti, sebeb ini yang pertamakali dan waktunya juga pendek," kata Mohammad Tayyib Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Disperkimhub Sumenep, Sabtu (23/4/2022).
Didalam layanan mudik gratis, pihaknya mengaku, bahwa fasilitas program mudik gratis yang disediakan oleh Pemkab Sumenep tersebut, juga dibantu dengan sistem ticketing cashless.
"Tidak perlu melakukan pendaftaran yang rumit cukup menampilkan KTP langsung masuk ke rekapitulasi, kita tinggal melihat rekapnya dan berapa penumpangnya," terangnya.
Kendati demikian, Tayyib mengaku yang jadi agak sedikit masalah kalau penumpang yang tidak sabar untuk mendapatkan tiket gratis kemudian diatas kapal maka dia tidak akan mendapatkan mudik gratis karena nanti dianggap penumpang tidak terdaftar maka harus bayar sendiri.
"Makanya dari tadi pagi itu kita di kapal masih ngasi informasi terus supaya ambil tiket aja dibawah," terang Tayyib.
"Untuk pendaftaran tiket itu tetap satu persatu, jadi sekalian merekap tapi dengan sistem itu (Sistem Ticketing Cashless, red)
saya pikir tidak lama pelayanan karena tidak mencatat dengan mendaftar KTP di scan sudah masuk," ujar dia.
Selanjutnya, Tayyip menjelaskan, terkait dengan prasyaratan calon penumpang yang tidak memiliki KTP maupun KK, pihaknya mengaku bisa dengan menyebutkan nama untuk pendaftaran mendapatkan tiket. Hal itu sebagaimana petunjuk dari Sekertaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep Edy Rasiyadi.
"Saya dapat telefon dari Pak Sekda, masalahnya sekarang sistem KTP belum semua masyarakat memiliki jadi dikasi alternatif lain itu. Tapi kalau bisa bawalah keterangan indentitas mau pakek SIM dan semacamnya sepenting ada identitas untuk mempermudah di administrasi kita di manifes kapal," jelasnya.
Tayyib menuturkan, Tersedianya layanan mudik gratis yang telah disediakan oleh Pemkab Sumenep. Sebenarnya, pelayanan dibuat efesien, jadi kapal juga berdasarkan operasional reguler dan tidak menggangu perjalanan reguler kapal-kapal yang sudah ada.
"Harapannya seperti yang disampaikan pemerintah bapak Presiden bahwa masyarakat dihimbau untuk mudik lebih awal karena apa, kalau di akhir nanti misalnya tidak tertampung tidak bisa mudik. Kalau diawal tidak tertampung bisa berikutnya masih ada," tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga berharap, program fasilitas layanan mudik gratis yang disediakan oleh Pemkab Sumenep bisa betul-betul dimanfaatkan oleh masyarakat kepulauan.
"Semoga program Pemerintah mudik gratis ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dan uruslah tiketnya jangan sampai ini jadi mubazir, karena kapal ini ada fasilitas gratis tapi tidak dimanfaatkan. Karena kalau sudah diatas kapal dan tidak termasuk dalam daftar ternyata tidak bertiket, maka ada dikenakan tiket dan bayar sendiri," harapnya.
Sementara itu, untuk penumpang perdana kapal mudik gratis tujuan Masalembu yang menggunakan armada KM. Sabuk Nusantara 91 hari ini, seperti yang telah dikatakan olehTayyib, berjumlah 401 orang. Ungkapnya ( Rahman )
