-->
  • Label

    Copyright © DETIK NUSANTARA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Buleleng Kembali Berdarah, Dua Nyawa Pria Melayang di Ujung Sajam

    Selasa, 05 Juli 2022, Juli 05, 2022 WIB Last Updated 2022-07-04T18:23:56Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Media DNN - Bali | Ditengah jam istirahat sejumlah warga masyarakat dikagetkan dengan terjadinya peristiwa berdarah, yang menewaskan dua orang laki-laki terkena oleh sabetam senjata tajam di Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Minggu (3/7/22) sekitar pukul 23.00 Wita malam. 

    Peristiwa ini terjadi bermula dari adanya 2 (dua) orang berinisial Ketut V (39) tahun, warga Desa setempat dan ES. Dari informasi yang dapat dihimpun oleh awak media yang mana peristiwa ini berawal dari korban inisial V dan istrinya bernama Siti Akrimah (29) tahun yang saat itu sedang tidur dirumahnya, dan tiba - tiba sang istri mendengar suara dari luar Rumah ada orang memanggil suaminya inisial Ketut V. Tak lama kemudian sang istri yang juga sebagai saksi langsung membangunkan suaminya.

    Kendati situasi malam, namun saksi Siti tetap mengenal suara orang yang memanggil nama suaminya yang tak lain inisial ES, J dan N, dan setelah bangun dari tidurnya lalu sang suami Ketut V keluar Rumah untuk menemui inisial E dkk. Dan tidak disangka, pada saat Ketut V sampai diluar Rumah sontak keributan mulut pun terjadi yang berujung dengan perkelahian.


    Karena Siti (saksi) mendengar adanya perkelahian diluar Rumah, Siti sontak teriak minta tolong kepada warga sekitar dan wargapun yang mendengar teriakan Siti (saksi) langsung mendatangi Rumah Katut V. 

    Setibanya warga di lokasi, sejumlah warga melihat kedua orang yakni Ketut V dan ES dengan dibantu inisial J dan N sedang berkelahi. Namun sayangnya, pada saat warga datang kedua rekan ES yaitu J dan N berhasil kabur. Sedangkan Ketut V dan ES sudah tergeletak tak berdaya dalam kondisi bersimpah darah di lantai depan rumahnnya. 

    Dengan melihat kejadian tersebut, sejumlah warga langsung membawa Ketut V ke Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Buleleng guna mendapat pertolongan medis. Sedangkan ES yang diketahui sudah meninggal dunia di tempat dibiarkan dalam keadaan tergelatak dilantai sambil menunggu petugas datang.

    Dengan adanya laporan warga, selanjutnya, anggota Polsek Sukasada langsung mendatangi TKP dan setibanya di lokasi petugas dari Polsek Sukasada sudah menemukan ES sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan luka robek pada betis kaki kanan dan kepala bagian belakang. Sedangkan Ketut V juga sudah dinyatakan meninggal saat dicek di RSUD Buleleng dengan luka pada tangan kiri, dada kanan, punggung kanan dan kepala.

    Peristiwa ini dibenarkan oleh Perbekel Desa Pegayaman, Asghar Ali bahwa peristiwa berdarah memang terjadi di Desanya. Hanya saja Asghar mengaku hingga kini belum mengetahui pasti dari penyebab peristiwa itu terjadi. 

    "Saya masih di Jawa dan belum mengetahui penyebab kejadiannya secara pasti. Silahkan tanyakan kasusnya ke Polsek Sukasada," kata Asghar.

    Sebagaimana yang disampaikan oleh Kapolsek Sukasada, Kompol Made Agus Dwi Wirawan yang mana ia tak menampik peristiwa tersebut. Menurutnya,  Ada dua korban tewas dalam insiden berdarah yang terjadi di Desa Pegayaman, diduga peristiwa itu terjadi karena komplotan E dkk ini menganggap bahwa Ketut V telah membocorkan keberadaan mereka setelah melakukan aksi tindak kriminal curanmor yang terjadi di wilayah Desa Gitgit beberapa waktu lalu.

    "Memang saat itu anggota kami sempat melepaskan tembakan peringatan saat melakukan upaya penggerebekan di lokasi yang memang dicurigai namun mereka  kabur. Selongsong peluru itu oleh mereka kemudian dibawa kepada Ketut V, karena mereka menuduh Ketut V yang selama ini telah membocorkan keberadaan mereka kepada polisi," ujar Kompol Agus Dwi.

    Padahal selama ini, Ketut V, sebut Kompol Agus Dwi, sering memberikan nasehat kepada ketiga orang yang mendatangi rumahnya agar bisa menghentikan semua perbuatan kriminal yang selama ini mereka lakukan. Diakui Kompol Agus Dwi, korban Ketut V ini dahulunya juga merupakan seorang pelaku tindak kriminal pencurian namun dikatakan telah taubat.

    Sementara, menurut penuturan warga sekitar bahwa komplotan ES ini kerap membuat onar di Desa nya terutama mencuri di rumah warga Desa Pegayaman maupun diluar wilayah Desa nya. Sedangkan dua orang lainnya yang kabur, saat ini masih dilakukan pengejaran dan peran dari kedua orang tersebut masih belum diketahui.

    "Sepertinya kelompok ES ini tidak terima dan bermaksud membuat perhitungan yang akhirnya berujung nyawa dari keduanya melayang. Jadi dari Mepala Dusun dan warga sekitar mengaku kalau ES kerap berbuat onar termasuk juga mencuri tapi warga enggan lapor. Posisi Ketut V ini yang mengingatkan mereka sehingga terjadi peristiwa itu," jelas Kompol Agus Dwi.

    Adapun jenis senjata yang digunakan untuk menghabisi Ketut V, menurut Kompol Agus Dwi belum diketahui pasti. Namun di lokasi, polisi berhasil menemukan sejumlah senjata tajam berupa parang atau klewang. "Benda tumpul tidak ditemukan. Ya, siapa yang punya dan membawa senjata itu kami belum tahu karena kejadiannya baru semalam. Saat ini kami masih mengumpulkan keterangan dan barang bukti," pungkas Kompol Agus Dwi. (Smt).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini