-->

Type something and hit enter


By On
advertise here


Media DNN-Bali | Selain sasaran fisik, program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-114 juga menyasar kegiatan non fisik yang bermanfaat bagi masyarakat setempat.

Kali ini, diisi penyuluhan dan edukasi yang mengarah ke sektor pertanian dan perkebunan. Mengingat budidaya kopi dan salak patut dikembangkan. 

Untuk itu, Satgas TMMD ke-114 melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi tentang pengembangan budidaya kopi dan salak. 

"Kami hadirkan dua narasumber dari Dinas Pertanian, yaitu Ir. I Wayan Arta Naya dan Made Widiada," terang Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 1619/Tabanan, Kapten Inf. I Made Widiarta, seizin Dandim 1619/ Tabanan sekaligus Dansatgas TMMD ke-114, Letkol Inf. Ferry Adianto, S.I.P., saat dikonfirmasi, Senin (15/8/2022).


Dijelaskan, Narasumber menyampaikan pengetahuan tentang pengembangan  budidaya kopi, seperti  sistem penanaman, ukuran lubang tanam kopi, pembibitan kopi, perawatan hingga pemupukannya.

Selain budidaya kopi, Narasumber juga memberikan penyuluhan terkait  pengembangan perkebunan di bidang budidaya salak gula  pasir meliputi perkenalan obat pestisida nabati dan pestisida kimia bagi salak gula pasir.

"Narasumber juga menjelaskan kelemahan dan keuntungan menggunakan pestisida nabati beserta bahan-bahan pembuatannya," imbuhnya.

Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan non fisik TMMD ke-114. Terbukti, masyarakat yang mayoritas petani dan pekebun membludak menghadiri kegiatan penyuluhan pertanian di Banjar Biyahan, Desa Wanagiri.

Menurut Pasiter Widiarta, program TMMD ke-114 ini dilakukan dengan sasaran kegiatan non fisik, yang terus dilanjutkan, dengan mempertimbangkan materi-materi yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi masyarakat setempat.

Disebutkan, lokasi TMMD ke-114 tahun 2022 di wilayah Kodim 1619/Tabanan berada di daerah perbukitan, yang sebagian besar wilayahnya berupa lahan pertanian dan perkebunan sebagai penghasil produk-produk pertanian dan perkebunan.

Terlebih lagi, Desa Wanagiri  berada di wilayah Selemadeg terkenal sebagai penghasil kopi dan salak.

"Melihat potensi alamnya, sangatlah tepat, kami berikan edukasi dan pengetahuan tentang pertanian dan perkebunan, sehingga dapat membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tandasnya.

Selain non fisik, TMMD ke-114 tahun 2022 juga memiliki program sasaran fisik berupa pelebaran jalan dan pengerasan/betonisasi jalan sepanjang 1.150 meter, lantaran  infrastruktur jalan strategis sebagai akses penghubung dua desa, yaitu Desa Sangketan Kecamatan Penebel dan Desa Wanagiri, Kecamatan Selemadeg Kabupaten Tabanan. (ace).

Click to comment