Media DNN - Sulsel | Guna mendukung penguatan pendidikan karakter melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Direktorat Sekolah Dasar, Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen, menyelengarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Ekstra Kurikuler Tahap I terhadap Kepala Sekolah dan Guru kordinator Ektra Kurikuler.
Pelaksanaan Bimtek Pengelolaan Ekstra Kurikuler Tahap I yang diselenggarakan di Four Points by Sheraton Makassar Jl. Andi Djemma No.130, Banta-Bantaeng, Kec. Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan sejak tanggal 7 April 2026 pukul 14.00 WITA sampai tanggal 10 April 2026 ini diikuti oleh sebanyak 50 Sekolah bagian Timur Indonesia diantaranya :
1. SD No. 2 Buduk Kabupaten Badung
2. SDN 1 Kesiut, Kab. Tabanan
3. SDN 19 Pemecutan
4. SDN 5 Bulango Selatan, Kab. Bone Bulango
5. SDN 4 Limboto, Gorontalo
6. SDN 8 Kwandang, Gorontalo Utara
7. SDN No. 70 Kota Tengah Gorontalo
8. SD Alam Muhammadiyah Kedanyang , Gresik
9. SDN Deket wetan, Lamongan
10. SDIP Durul Ulum, Nganjuk
11. SDN Burengan 1, Kediri
12. SD Islam Al-Azhar 11 Surabaya
13. SDN Krapyak Wetan, Bantul
14. SDN Triharjo, Sleman
15. SDN Serayu, Kota Yogyakarta
16. SDN Kelapa Dua Wetan 01 Pagi, Jaktim
17. SDN 010 Sangatta Utara, Kutai Timur
18. SDN 005 Balikpapan Tengah, Balikpapan
19. SDN 002 Palaran, Samarinda
20. SDN 29 Ambon, Maluku
21. SDN 2 Kota Ternate, Malut
22. SDN Dowora, Malut
23. UPTD SDN Watutura, NTT
24. SD INPRES Bakunase 1, Kupang
25. SDN INPRES Kemiri, Jayapura
26. SD INPRES 2 Fakfak, Papua Barat
27. SD INPRES 23 Kabupaten Sorong
28. SDN Wamena, Jayawijaya
29. SDN Mbait, Papua Selatan
30. SDN INPRES Kota Baru, Kab. Nabire
31. SDN 22 Praya, Lombok Tengah
32. SDN 1 Pematung, Lombok Timur
33. SDN 1 Ampenan, Kota Mataram
34. SDN 1 Mamuju, Sulawesi Barat
35. SDN 001 Campalagian, Polewali Mandar
36. UPTD SDN 151 Barru, Sulsel
37. SDN Pao-Pao, Gowa, Sulsel
38. SDN 2 Majannang, Sulsel
39. SDN 3 Amparita, Sulsel
40. SDN 25 Madello, Sopeng, Sulsel
41. UPT SPF SDN Mangkura 1, Kota Makassar
42. UPTD SDN 35 Pare Pare, Sulsel
43. SDN 8 Rio Pakava, Donggala, Sulteng
44. SD Islam Modern, Kab. Sigi
45. SDN 8 Palu
46. SDN 1 Lamokato, Kab. Kolaka
47. SDN 15 Lalembuu, Kab. Konawe Selatan
48. SDN 7 Bau Bau, Sulawesi Tenggara
49. SDN 1 Ratahan, Kab. Minahasa Utara
50. SDN 12 Manado, Sulawesi Utara.
Sebagianmana yang diketahui bahwa, tujuan diselenggarakannya Bimtek ini guna untuk meningkatkan kapasitas satuan pendidikan dasar dalam pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler yang terencana, terorganisasi, dan berkelanjutan sesuai dengan bakat dan minat peserta didik.
Dalam sambutannya Dr. H. Khamim, M. Pd selaku Pembina Utama Madya di Direktorat Sekolah Dasar menyampaikan bahwa, kegiatan Bimbingan Teknis ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran ekstrakurikuler sebagai wahana pembentukan karakter, pengembangan bakat, serta penumbuhan kepemimpinan peserta didik sejak dini.
Menurutnya, pendidikan karakter bukan sekadar hafalan, tetapi pembiasaan perilaku baik sehari-hari agar menjadi karakter bangsa. Sebab pendidikan karakter pada dasarnya dapat diintegrasikan ke dalam seluruh aktivitas pembelajaran, termasuk aktivitas kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan oleh sekolah.
Berdasarkan Permendikbud , Ristek No.12/2024 menjelaskan bahwa ekstrakurikuler adalah kegiatan pengembangan karakter dalam rangka perluasan potensi, bakat, minat,
kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian peserta didik secara optimal yang dilakukan dengan bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan.
"Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang terkoordinasi terarah dan terpadu dengan kegiatan lain di sekolah, guna menunjang pencapaian tujuan kurikulum," terang Dr. H. Khamim, M. Pd. Pada Kamis, 9 April 2026.
Perlu diketahui bahwa Visi Ekstrakurikuler adalah berkembangnya potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian,dan kemandirian Peserta Didik secara optimal melalui kegiatan - kegiatan di luar Intrakurikuler.
Dan untuk mewujudkan visi tersebut, ekstrakurikuler memiliki misi yakni, menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih dan diikuti sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat Peserta Didik; dan menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang memberikan kesempatan kepada Peserta Didik agar dapat mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri secara optimal melalui kegiatan mandiri dan/atau berkelompok.
Lebih lanjut Dr. H. Khamim, M. Pd mengatakan, khusus di Sekolah Dasar, kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran yang sangat penting, karena pada usia ini adalah masa eksplorasi bakat untuk perkembangan psikologis dan sosial peserta didik.
Menurutnya, berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler memiliki fungsi stategis dalam pengembangan minat, bakat, dan karakter peserta didik, serta dampaknya pada prestasi non-akademik.
Sedangkan fungsi penting kegiatan ekstrakurikuler ini idealnya dapat mendorong terwujudnya pengembangan potensi peserta didik secara holistik. Namun demikian, implementasi ideal ekstrakurikuler ini di lapangan seringkali terhambat oleh tantangan atau permasalahan manajerial dan teknis yang bervariasi.
Sementara dari hasil beberapa penelitian telah mengidentifikasi berbagai hambatan atau permasalahan, antara lain:
1. Sarana dan Prasarana: Keterbatasan sarana prasarana, fasilitas, alat latihan, dan ruangan menyebabkan kegiatan tidak maksimal, seperti penggunaan lapangan yang harus bergantian.
2. Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Kurang Kompeten: Pembina atau pelatih seringkali berasal dari guru kelas yang tidak memiliki kompetensi khusus, atau kurangnya pelatih profesional.
3. Manajemen Waktu: Jadwal yang padat setelah jam pelajaran menyebabkan kelelahan pada siswa, bahkan mengganggu waktu istirahat.
4. Motivasi dan Dukungan: Kurangnya antusiasme siswa dan kurangnya dukungan dari orang tua atau wali murid, baik dalam hal waktu maupun biaya.
5. Pengelolaan Kegiatan: Kurang terorganisirnya kegiatan ekstrakurikuler, sejak perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.
6. Anggaran/Pembiayaan: Kegiatan ekstrakurikuler membutuhkan biaya tambahan seperti perlengkapan, pelatih, dan transportasi. Banyak sekolah terkendala dan tidak
memiliki anggaran khusus untuk membiayai program ini.
Sedangkan tanpa dana yang cukup, kata Dr. H. Khamim, M. Pd, sulit bagi sekolah untuk menjalankan kegiatan secara maksimal. Maka diperlukan Kerjasama Semua pihak: Implementasi ekstrakurikuler membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk guru, kepala sekolah, siswa, dan orang tua.
Namun, kerja sama yang tidak sinergis justru bisa memicu sejumlah masalah. Ketika tidak ada dukungan menyeluruh, maka semangat siswa bisa menurun.
Berdasarkan berbagai permasalahan di atas, maka Dit. SD, Ditjen PAUD, Pendas dan PNFI, memandang perlu dilaksanakannya kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler kepada para Kepala Sekolah Dasar dan Guru Pembina
Ekstrakurikuler di Sekolah Dasar
Kegiatan Ekstrakurikuler bukan hanya pelengkap, tetapi bagian penting dari pendidikan yang utuh. Melalui kegiatan ekstrakurikuler, kita membangun siswa yang, berkarakter kuat, berjiwa kepemimpinan, memiliki kreativitas dan inovasi serta mampu bekerja sama dan berkolaborasi.
"Keberhasilan kegiatan ekstrakurikuler sangat ditentukan oleh komitmen kita bersama." ucapnya.
Ia mengatakan, kepala sekolah sebagai nahkoda pada satuan pendidikan memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan kebijakan, sementara guru penanggung jawab menjadi penggerak utama dalam pelaksanaan kegiatan.
"mari kita jadikan hasil Bimbingan Teknis ini sebagai langkah awal untuk menghadirkan kegiatan ekstrakurikuler yang lebih bermakna, menarik, dan berdampak bagi peserta
didik kita." Ujarnya.
Sebagai penutup kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh narasumber, panitia, dan peserta yang telah berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi peningkatan mutu pendidikan di sekolah masing-masing." Pungkasnya.
(Mang De)

