-->

Type something and hit enter


By On
advertise here



Media DNN - Sulsel | Dengan selesainya masa pendidikan para Mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar ke-21 Program Diploma 3 dan Diploma 4 pada Kamis, 13 Oktober 2022. Politeknik Pariwisata (Poltekpar) kembali menggelar Sidang Senat Terbuka dengan mewisuda sebanyak 611 Mahasiswa yang bertempat di Phinisi Ballroom Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan.

Wisuda kali ini dilaksanakan dengan cara offline. Berbeda dengan tahun sebelumnya pada saat pandemi.

Pelaksanaan wisuda kali ini, yang mana pihak Kampus mengundang para orang tua Wisudawan sebagai wujud apresiasi serta rasa bangga atas selesainya perkuliahan anak-anak mereka di Poltekpar Makassar. 


Sebagaimana yang diketahui, dari 611 Wisudawan yang terdiri dari 86 Prodi MDK (Manajemen Divisi Kamar), 65 Prodi MTH (Manajemen Tata Hidangan), 85 Prodi MTB (Manajemen Tata Boga), 91 Prodi MJP (Manajemen Bisnis Perjalanan WisataWisata), 68 Prodi UPW (Usaha Perjalanan Wisata), 70 Prodi MKH (Manajemen Bisnis Konvensi dan Perhelatan), 75 Prodi MKP (Manajemen Kepariwisataan) dan 71 Prodi ADH (Administrasi Perhotelan). Adapun dari para Wisudawan tersebut sebanyak 164 orang telah bekerja di Bidang Pariwisata sementara 101 mahasiswa lainnya berprofesi wirausaha.

Dalam sambutannya Direktur Poltekpar Makassar, Bapak Drs. Muhammad Arifin, M.Pd., CHE menyampaikan bahwa, visi Poltekpar Makassar adalah menjadi institusi pendidikan tinggi kepariwisataan yang berstandar internasional dan berkepribadian Indonesia. 

611 wisudawan kali ini mempunyai predikat pujian dan sangat memuaskan dan secara kompetensi semua telah tersertifikasi melalui uji kompetensi, sehingga wisudawan di samping mendapatkan ijazah juga mendapatkan sertifikat kompetensi," ujarnya.

Sementara dari Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Ibu Dra. Ni Wayan Giri Adnyani.,M.Sc. CHE berharap agar lulusan Poltekpar Makassar ini bisa bekerja secara profesional.

"Kami berharap lulusan Poltekpar Makassar ini bisa bekerja secara profesional. Bahkan bukan hanya bekerja, tetapi bisa menciptakan lapangan kerja," ucapnya.

Bagi Ibu Ni Wayan Giri Adnyani entrepreneurship kewirausahaan juga merupakan pendidikan yang bisa diberikan anak-anak Mahasiswa. Bekal yang diberikan ini sesuai jurusan yang diberikan. Tetapi tak lupa juga soft skill yang di tanamkan.

Lebih lanjut ia mengakatan, kondisi saat ini harus inovatif dan kreatif. Makanya harus mampu menciptakan lapangan kerja. Ada beberapa negara menjadi border seperti China dan Jepang yang banyak lowongan, untuk segi lain bisa menjadi bagian dari penggerak pariwisata yaitu menggerakkan Desa Wisata, ajak wisatawan datang. Tetapi harus perhatikan pembangunan kepariwisataan berkelanjutan," pungkasnya. (Husen Sukur).

Click to comment