Media DNN - Bali | Pengusaha wisata di Kawasan Danau Batur mengeluh karena adanya pemadaman aliran Listrik di Kawasan Wisata Danau Batur.
Tidak hanya pengelola wisata, namun para pengunjungpun merasakan ketidaknyamanan atas pemadaman aliran listrik yang dikelola oleh Perusahaan Negara.
Keluhan para pengusaha wisata itu tidak tanpa alasan, bagaimana tidak, pemadam tersebut tidak hanya sebentar namun hingga hampir Lima Jam.
Diantara sekian banyak pengelola wisata yang merasa dirugikan akibat pemadaman yang berjam-jam itu yakni Pemilik salah satu usaha wisata di Kawasan Danau Batur, Toya Devasya, Dr. Ketut Mardjana. Ia membenarkan terjadinya pemadaman layanan listrik saat dikonfirmasi awak Media. Sabtu 7 Januari 2023.
Ketut Mardjana menyampaikan akibat putusnya arus listrik yang berjam-jam, Hal itu membuat para pengunjung protes (Complain-red) kepada pengelola tempat wisata karena dianggap tidak mampu memberikan pelayanan secara optimal.
Selain itu, akibat putusnya aliran listrik, tempat wisata Toya Devasya dan Natural Hot Spring milik Desa Batur dan di usaha air panas milik masyarakat tidak jalan akibat adanya pemadaman listrik.
“Listrik mati dari sekitar jam 13.09 wita sampai saat ini. Pelayanan menjadi sangat kacau dan pengunjung complain", keluh Mardjana.
"Sistem order dan payment mati sehingga pelaksanaan transaksi non cash payment lumpuh, pelayanan restoran kacau karena tidak ada air dan berbagai permasalahan lainnya. Para pengunjung balik sehingga menimbulkan merugikan bagi Pemilik usaha, dan kekecewan bagi pengunjung,” ujar Mardjana menambahkan.
Sementara pengakuan dari Manager PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Bangli, Ayu Nancy Cahyani saat dikonfirmasi awak Media, ia membantah aliran listrik padam karena pemadaman.
Nancy Cahyani menyampaikan sehari sebelumnya terjadi pohon yang roboh hingga menimpa jaringan kabel listrik yang digunakan untuk memberikan layanan di sekitar Kawasan Danau Batur.
Nancy juga mengungkapkan aliran listrik padam akibat Pohon roboh hingga menimpa jaringan. dan PLN tengah melakukan penanganan lanjutan atas tumbangnya sejumlah pohon di wilayah konservasi. Selain itu, jalur yang melalui wilayah BKSDA, sementara pohon-pohon di area tersebut tidak boleh ditebang sembarangan.
"Terkait jalur melalui wilayah BKSDA dan pohon-pohon tersebut tidak boleh ditebang sembarangan, Tadi hanya sebentar bapak. Hanya perbaikan sisa kejadian pohon roboh sebelumnya. Dan sudah menyala,” terang Ayu Nancy Cahyani. (Smt)
