Dalam kegiatan turut hadir dalan Safari Ramadhan, Kapolda DIY di wakilkan Wakapolda DIY Brigjen Pol Raden Slamet Santosa, S.H., S.I.K. beserta jajran dan juga di hadiri oleh Ulama K.H. Ahmad Muwafiq, S.Ag. dari Polres Gunungkidul pun ada sekitar 150 amggota yang menghadiri.
Kapolda DIY diwakili oleh Wakapolda DIY dalam mengisi tauziah safari Ramadhan menyampaikan, "Hawa nafsu merupakan penghalang bagi seorang hamba untuk mencapai derajat taqwa kepada tuhannya dan Berharap kepada seluruh anggota Polri DIY, untuk dapat benar-benar memahami makna puasa yang sesungguhnya.
Selama menjalankan ibadah puasa etos kerja sehari-hari tetap dijalankan seperti biasa, tidak ada istilah baru puasa kemudian sehingga etos kerja menjadi menurun".
"Dan bila kita dapat menyelesaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh, kita akan keluar sebagai pemenang dan sebagai out put dari pelatihan rohani, yang membentuk kita menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik lagi". ( pungkas tauziah Wakapolda DIY)
Dilanjutkan Kajian Kebangsaan oleh K.H. Ahmad Muwafiq, S.Ag yang menyampaikan bahwa kita mendapatkan pelajaran diantara pelajaran kuno, tadi disampaikan wakapolda bahwa Untuk sampai ke derajat taqwa, puasa diperlukan sebagai sarana pelatihan diri.
Puasa bukan pelajaran baru,puasa adalah pelajaran kuno, makanya puasa itu sekarang viral, puasa tidak hanya orang islam agama lain pun juga ada.
Tokoh-tokoh besar lahir dari puasa, semua Nabi itu puasa, Kyai pun sama mereka puasa, jadi puasa ini memang pelajaran yang tak tergantikan, apalagi orang jawa, yang sudah terkenal dengan puasa mutih.
Terlepas dari puasa itu semua adalah agar kita semua menjadi orang yang taqwa, taqwa itu adalah Kepercayaan kepada Allah.
Sedikit saya sampaikan wawasan kebangsaan dalam perspektif agama yang pertama adalah Ukhuwah Islamiyah Wathoniyah Basyariyah yang artinya persaudaraan antar warga negara atau sesama bangsa.
Yang kedua Hubbul Wathon Minal Iman artinya cinta tanah air adalah bagian dari iman, dan yang ketiga sesuai dengan Al-Quran surat Al-hujurat ayat 13 yang artinya “Hai manusia sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal".
Di indonesia kita terdiri dari berbagai suku bangsa namun kita mampu hidup bersatu dan berdampingan satu sama lain sesuai dengan pancasila yaitu persatuan indonesia.( Pungkas tauziah KH.AHMAD MUWAFIQ.SAG)
(Popong /dumm)


