Media DNN - Banjarnegara ,Jawa tengah | Polres Banjarnegara berhasil mengungkap 11 korban pembunuhan dukun pengganda Uang, terletak di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jateng. Senin, (3/4/2023).
Korban terkubur di lahan perbukitan milik pelaku, penemuan mayat ini langsung menggegerkan warga.
Salah satunya disampaikan Bostam (33) warga, yang memilik kebun sayur tepat di sebelah lahan milik tersangka.
"Saya kaget dan benar-benar tidak menyangka kalau lahan itu digunakan untuk mengubur orang," ujar Bustam.
Ia juga mengaku pernah melihat gundukan tanah di lahan milik Slamet Tohari pelaku atau dukun yang mengaku bisa menggandakan uang tersebut. Namun ia tidak menaruh curiga jika di gundukan tanah tersebut digunakan untuk mengubur korban.
Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, Satreskrim Polres Banjarnegara kembali melakukan penggalian di kebun milik pelaku, berbekal informasi yang diberikan pelaku.
Hasilnya, hingga pukul 15.00 WIB, polisi menemukan keselurahan 11 mayat yang dikubur di lahan milik pelaku.
Beberapa mayat diperkirakan sudah dikubur dalam waktu lama ,lantaran kondisi mayat tinggal tulang.
Polisi hingga saat ini masih terus melakukan pendalaman perihal jumlah korban .
"Hari ini kami kembali melakukan penggalian di lokasi yang sama dengan lokasi kemarin. Di lahan milik pelaku" tutur Kasat Reskrim AKP Bintoro Thio Pratama.
Perihal jumlah korban, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan.
Untuk diketahui motif membunuh dengan meracun dan menguburnya, Korban dihabisi lantaran terus menanyakan hasil uang yang digandakan.
Polisi juga menangkap si tangan kanan pelaku, yakni BS (30) bertugas mengiklankan pelaku sebagai dukun pengganda uang.
Pengiklanan tersebut dilakukan dengan cara memposting di media sosial, dan selanjutnya mempertemukan korban ke pelaku," tutup BS. (Pupung).

