-->

Type something and hit enter


By On
advertise here

   

Media DNN - Bitung l Program Jumat Curhat yang digagas Mabes Polri ini ditujukan bagi Polda, Polres, dan Polsek supaya kepolisian menerima curhat masyarakat, termasuk memberi saran dan masukan atas hal yang dirasakan masyarakat.
Oleh karena itu, Kapolsek Pelabuhan Samudera (KPS) Bitung, Iptu Muthia Khansa Nurwijaya S.Tr.K., S.I.K., M.H melalui Wakapolsek Ipda Steven R. Pangkey didampingi Kanit Intelkam Polsek KPS Bitung Aipda Soeyadi Duhe S.Sos, Kembali terus aktif melakukan Jumat Curhat terhadap warganya. Kali ini kegiatan jumat Curhat tersebut digelar di area parkiran Pelabuhan Bitung. Jumat (28/4/2023).

   

Wakapolsek Pelabuhan Samudera Bitung Ipda Steven R. Pangkey didampingi Kanit Intelkam Aipda Soeyadi Duhe mendengarkan curhatan dari ibu - ibu pedagang asongan dan warga lainnya.

"Jadi, ini bukan hanya sekedar formalitas curhat antara polisi dengan warga saja, tapi akan langsung kami akan tindaklanjuti," kata Wakapolsek Steven Pangkey.

Steven Pangkey menambahkan bahwa pihaknya dalam melakukan dialog kepada masyarakat untuk menyerap aspirasi, dan guna mengetahui langsung kamtibmas di wilayahnya.

Seorang warga Pedagang asongan bernama wati menyampaikan curhatannya, dalam tatap muka dengan wakapolsek KPS Pelabuhan Bitung, mereka berharap dapat memakai seragam yang sama kusus para pedangang sebagai identitas para pedagang di dalam plabuhan samudera bitung agar terkordinir dengan baik.

Aspirasi yang di sampaikan pedangang Kepada awak media mendapati ada sejumlah para pedagang yang sudah cukup lama berjualan di dalam pelabuhan, Pedagang tersebut sudah berdagang di Pelabuhan sudah hampir 35 Tahun. Kapal pertama yang baru saja masuk dan di resmikan di Pelabuhan Bitung Yaitu KM Kota Bali,"Kata Wati Salah Satu Pedagang.

Ia menyampaikan agar pihak PT Pelindo regional 4 Bitung dan PT Pelni agar tidak melarang Kami berjualan di area parkiran dan diatas Kapal, Atau memindahkan lokasi berjualan kami yang sudah hampir puluhan tahun di lokasi parkiran, menurut mereka bahwa perpindahan lokasi berjualan ke lokasi baru, sangat mempengaruhi pendapat para pedagang, karena beberapa lokasi yang menjadi kebijakan PT Pelindo sangat tidak spesifik, jauh dari akses para pengguna jasa tranportasi laut (penumpang) .

"Mohon kepada bapak bapak polisi bantu kami, Agar Curhatan Kami bisa diteruskan Kepada Kepala Pelni dan Kepala Pelindo Regional 4 Bitung untuk dapat berjualan diatas Kapal maupun didarat. Guna kelancaran usaha kecil kami," harapnya.
(Syarif)

Click to comment