-->

Type something and hit enter


By On
advertise here

Media DNN - Wonogiri, Jawa Tengah |
Sebuah masjid yang terletak di Dusun Pakem, Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri menjadi pusat perhatian setelah ditemukan sebuah kitab kuno. 

Masjid ini dikenal sebagai Masjid Sabiilul Muttaqin dan diyakini sebagai salah satu titik awal penyebaran agama Islam di Jawa Tengah.

Menurut Takmir Masjid Sabiilul Muttaqin, Sutomo (55), saat di konfirmasi journalis media detiknusantaranews.com, Selasa ( 04/04/2023 ),  masjid ini sudah ada selama kurang lebih 400 tahun. Warga setempat awalnya menemukan masjid yang terletak di puncak Gunung Cilik ini secara tidak sengaja. 

Bangunan masjid terbuat dari kayu dan menggunakan ijuk sebagai atapnya. Warga kemudian membersihkan dan menggunakan masjid itu sebagai tempat beribadah.

Seiring berjalannya waktu, bangunan masjid menjadi rusak dan warga tidak berani memperbaiki. Namun, pada tahun 1989, ketika warga ingin mengambil blandar, mereka menemukan sebuah kitab kecil berwarna kuning yang bertuliskan bahasa Arab di atas kayu. 


Kitab tersebut dianggap sebagai barang yang sakral dan masih disimpan hingga sekarang. Meskipun bisa dilihat, pengambilan gambar kitab tersebut dilarang.

Warga kemudian berencana membawa bongkahan kayu itu ke Pracimantoro, namun rencana tersebut gagal karena takut terjadi sesuatu. Akhirnya, kayu tersebut ditaruh di pekarangan sebelah utara sekitar 300 meter dari lokasi masjid. Kayu-kayu tersebut ditaruh dan pinggirnya dibuat galengan sehingga lama kelamaan tertutup oleh tanah.


Pada tahun 2012, masjid tiban tersebut direnovasi di lokasi yang sama, yaitu di puncak bukit Gunung Cilik. Saat ini, masjid tersebut diberi nama Sabiilul Musttaqin atau dikenal juga sebagai Masjid Tiban Gunung Cilik.

Meskipun banyak orang penasaran tentang isi kitab kuno tersebut, tetapi masyarakat setempat masih memandang kitab itu sebagai barang yang sakral dan memutuskan untuk tidak membocorkan isi kitab ke publik.





( Popong Isbudaya / sutomo takmir )

Click to comment